KOMPAS.com - Proyek energi surya dan angin, baik yang direncanakan maupun sedang dibangun, disebut melambat tahun lalu, menurut analisis Global Energy Monitor (GEM).
Hal ini menimbulkan keraguan apakah dunia akan mencapai target peningkatan kapasitas energi terbarukan hingga tiga kali lipat pada akhir dekade ini.
Baca juga:
Laporan menunjukkan, proyek energi surya dan angin turun melambat. Dunia terancam gagal capai target peningkatan energi terbarukan.Pada tahun 2023, puluhan negara sepakat untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan hingga tiga kali lipat pada 2030 sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi pemanasan global, dilansir dari Tech Xplore, Rabu (11/2/2026).
Namun, pengumuman dan dimulainya pembangunan proyek energi angin dan surya baru tahun 2025 turun 11 persen, setelah mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 22 persen pada 2024.
Menurut GEM, hal ini terjadi karena proyek pengembangan energi angin menghadapi berbagai hambatan.
"Pengembang energi angin mengalami hambatan politik dan serangkaian kegagalan lelang energi angin di negara-negara kaya," kata analis riset GEM, Diren Kocakusak.
Kocakusak menambahkan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah memblokir proyek energi angin, dan tidak merahasiakan ketidaksukaannya terhadap energi terbarukan, meskipun penurunan global tersebut tidak disebabkan oleh satu negara pun.
Riset GEM juga menemukan bahwa hanya sebagian kecil dari pertumbuhan tenaga angin dan surya yang berasal dari negara-negara kaya G7.
Saat ini pusat dari revolusi energi terbarukan bukan lagi di barat, tapi bergeser ke pasar berkembang dan negara berkembang.
Baca juga:
Laporan menunjukkan, proyek energi surya dan angin turun melambat. Dunia terancam gagal capai target peningkatan energi terbarukan.Seperti yang telah terjadi selama bertahun-tahun, China memperluas kapasitas energi terbarukan dalam skala yang tidak tertandingi di tempat lain.
China menyumbang sekitar sepertiga dari pertumbuhan kapasitas global pada 2025 atau 1,5 terawatt lebih banyak daripada pertumbuhan di enam negara berikutnya jika digabungkan.
Akan tetapi, langkah itu tidak cukup untuk membuat dunia berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tahun 2030.
Bahkan, jika semua proyek yang saat ini diumumkan dan target dibangun berjalan, dunia masih akan gagal mencapai target.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya