KOMPAS.com - Air bekas pemadaman kebakaran gudang bahan kimia milik PT BS pada Senin (9/2/2026) malam, mengalir ke Kali Jaletreng, Tangerang Selatan, yang berujung pada pencemaran pestisida di Sungai Cisadane.
Sebelumnya, Kali Rawa Buntu di Tangerang Selatan, yang bermuara ke Sungai Cisadane, juga pernah tercemar limbah yang mengubah warna airnya menjadi merah pekat pada pada Oktober 2025.
Baca juga:
Waktu itu, dalam dua minggu, sejumlah warga menyaksikan air Kali Rawa Buntu sempat beberapa kali berubah warna menjadi biru, hijau, dan hitam, dilaporkan oleh Kompas.com, Senin (6/10/2025).
Kondisi air kali di kawasan Rawa Buntu kembali normal setelah viral karena tiba-tiba jadi warna merah.Menurut pakar pencemaran dan ekotoksikologi IPB University, Etty Riani, cemaran limbah makanan akan lebih mudah teruai dan warnanya dapat dengan segera memudar.
Namun, merah pekat di Kali Rawa Buntu juga masih ada risiko kemungkinan berasal dari cemaran limbah pewarna tekstil.
Limbah pewarna tekstil sintesis mengandung logam berat yang bisa masuk ke dalam tubuh makhluk hidup. Jika benar dari limbah pewarna tekstil sintesis, dampak pencemaran tersebut terhadap keanekaragaman hayati dalam ekosistem sungai juga sangat tergantung jenis logam beratnya.
Misalnya, timbal dapat menganggu reproduksi ikan. Proses pembuahan akan terhalangi timbal, yang mengakibatkan kegagalan reproduksi.
Umumnya, reproduksi ikan di sungai terjadi secara ekternal (ovipar), yang mana ikan betina melepaskan telur dan ikan jantan melepaskan sperma ke air. Nantinya, di dalam sperma ada bahan kimia yang akan mempercepat gerak sel tersebut menuju ke arah telur agar terjadi pembuahan.
"Adanya timbal itu justru akan menganggu bahan kimia ini sehingga seharusnya mempercepat, itu enggak bisa bekerja karena diganggu oleh timbal tadi. Akibatnya, tentu saja reproduksinya enggak terjadi," ujar Etty kepada Kompas.com, Rabu (25/2/2026).
Kalau memang sumber pencemaran sungai yang mengubah warna airnya itu berasal dari limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), biasanya keanekaragaman hayati akan menurun.
Pencemaran pestisida jenis cypermethrin dan profenofos, tambah Etty, juga sama berbahaya karena termasuk limbah B3.
Selain timbal, sebagai limbah B3, pewarna tekstil sintesis juga mengandung berbagai jenis logam berat lainnya, dengan bentuk gangguan yang berbeda-beda.
Salah satunya, gangguan yang menyasar pada tahap pematangan akhir usai telur ikan berkembang ke tingkat kematangan gonad (TKG) secara bertahap seiring penambahan nutrisi.
"Ada yang bisa mengganggu reproduksi, menganggu proses fisiologis lainnya, bisa mengganggu si sel telur itu harusnya matang, ini enggak matang-matang," tutur Etty.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya