KOMPAS.com - Kulit kacang tanah yang sudah tidak terpakai bisa digunakan untuk membuat graphene (grafena), salah satu material paling kuat di bumi, menurut para peneliti di University of New South Wales (UNSW), Australia.
Perkembangan ini membuka pintu bagi perangkat elektronik dan alat penyimpanan energi yang lebih murah dan berkelanjutan, serta dapat membantu mengubah limbah pertanian menjadi produk bernilai guna di dalam ponsel dan komputer yang digunakan setiap hari oleh miliaran orang di seluruh dunia.
Penelitian ini dipublikasikan di Chemical Engineering Journal Advances.
Baca juga:
Peneliti ubah kulit kacang tanah menjadi grafena berkualitas tinggi. Inovasi ini berpotensi membuat baterai dan elektronik lebih berkelanjutan.Profesor Guan Yeoh, yang memimpin tim peneliti, menuturkan bahwa grafena dikenal sebagai salah satu material tertipis, terkuat, dan paling konduktif yang dikenal dalam sains, dilansir dari Phys.org, Jumat (2/3/2026).
Grafena terdiri dari satu lapisan atom karbon yang tersusun dalam kisi heksagonal, tapi ratusan kali lebih kuat daripada baja. Material ini juga enghantarkan listrik dan panas lebih baik daripada tembaga, dan hampir sepenuhnya transparan.
Karakteristik tersebut membuat grafena sangat berguna dalam berbagai teknologi, dari baterai dan panel surya hingga layar sentuh, elektronik fleksibel, dan transistor super cepat.
Namun, grafena mahal dan sulit diproduksi dalam jumlah besar karena membutuhkan bahan kimia dan metode yang membutuhkan banyak energi. Itulah mengapa menemukan alternatif yang berkelanjutan dan terjangkau sangat bermanfaat.
Saat ini, tim peneliti UNSW berhasil mengembangkan proses untuk membuat grafena dari sesuatu yang biasanya dibuang orang: Kulit kacang.
"Ada sekitar 55 juta ton metrik hasil panen kacang yang diproduksi secara global setiap tahun, namun sebagian besar limbah dari kulitnya dibuang atau didaur ulang menjadi aplikasi bernilai rendah yang tidak memaksimalkan potensi penuhnya," kata Prof. Yeoh.
“Apa yang telah kami tunjukkan dalam penelitian ini adalah bahwa kulit kacang tanah biasa dapat diubah menjadi grafena berkualitas tinggi, menggunakan energi yang jauh lebih rendah daripada yang dibutuhkan saat ini dan karenanya dengan biaya yang lebih rendah. Kami juga tidak perlu menggunakan bahan kimia apa pun, sehingga ada manfaat lingkungan tambahan," tambah dia.
Grafena berguna untuk membuat material yang lebih kuat, lebih ringan, dan lebih konduktif untuk aplikasi di bidang elektronik, penyimpanan energi, perangkat medis, dan bahkan teknologi fleksibel seperti sensor, sel surya, dan teknologi yang dapat dikenakan.
Permintaan untuk banyak hal tersebut meningkat pesat sehingga menarik untuk menemukan cara memproduksi lebih banyak grafena dengan cara yang hemat biaya dan dengan menggunakan material yang seharusnya menjadi limbah.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya