KOMPAS.com - Kerja sama tiga spesies mikroba disebut bisa mengurai PAE diethyl phthalate, komponen penting dalam polusi plastik, menurut studi yang terbit di Frontiers in Microbiology.
Sementara itu, jika bekerja sendirian, tidak ada satu pun dari ketiga bakteri tersebut yang mampu mengurangi zat pemlastis, bahan kimia yang ditambahkan ke plastik agar lebih lentur dan tahan lama tapi sering kali sulit diurai secara alami.
Baca juga:
Dilansir dari IFL Science, Kamis (19/3/2026) ,krisis plastik telah memicu pencarian organisme yang mampu menguraikan berbagai bentuk bahan buatan yang saat ini mencemari daratan dan perairan secara aman.
Begitu banyak jenis plastik yang digunakan secara luas sehingga tidak mengherankan jika beberapa di antaranya ada yang lebih mudah terurai, sedangkan lainnya secara biologis ada yang lebih sulit.
Kerja sama tiga spesies mikroba disebut bisa mengurai PAE diethyl phthalate, komponen penting dalam polusi plastik.Ada kemungkinan pencarian organisme ini terhambat karena hanya fokus pada penemuan satu bakteri spesifik yang mampu memutus ikatan setiap jenis plastik, daripada mencari sekumpulan bakteri yang mampu melakukan tugas tersebut secara bersama-sama.
Dalam rangka menemukan organisme tersebut, Dr. Christian Eberlein dan timnya di Helmholtz Centre punya ide.
Daripada jauh-jauh mencari bakteri pemakan plastik di tempat ekstrem seperti kawah gunung berapi, mereka memeriksa laboratorium mereka sendiri.
Mereka menemukan biofilm yang tumbuh di selang plastik alat laboratorium mereka. Mereka lalu mengambil sampelnya dan mencoba memberinya "makanan" berupa zat DEP atau bahan kimia yang biasa dipakai supaya plastik jadi lentur.
Zat DEP ini berbahaya karena mudah bocor ke alam dan bisa meracuni hewan.
Awalnya, bakteri-bakteri ini kesulitan untuk mengurai plastik. Namun, setelah tim peneliti berkali-kali memindahkan mereka dari satu wadah ke wadah lain, akhirnya terbentuklah sebuah komunitas bakteri yang kompak.
Hebatnya, gabungan bakteri ini bisa melahap habis semua zat plastik (DEP) hanya dalam 24 jam jika suhunya dihangatkan ke 30 derajat celsius.
Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan adanya dua jenis bakteri Pseudomonas (putida dan fluorescens), serta satu spesies Microbacterium yang belum pernah dikenal sebelumnya.
Namun, saat dipisahkan, tidak ada satu pun dari ketiga bakteri ini yang mampu melahap zat plastik sendirian, dalam kondisi apa pun yang dicoba oleh tim peneliti.
Tim peneliti menemukan bukti bahwa bakteri Microbacterium bertugas memecah zat plastik menjadi molekul kecil yang menjadi "makanan" bagi bakteri lainnya.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya