Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengelola Janji Tambah Penerangan di Night at The Ragunan Zoo, tapi Hanya Area Ini

Kompas.com, 12 Oktober 2025, 08:08 WIB
Dinda Aulia Ramadhanty,
Larissa Huda

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menjelaskan alasan di balik keluhan pengunjung soal minimnya pencahayaan pada malam perdana pelaksanaan program “Night at The Ragunan Zoo” di Jakarta Selatan, Sabtu (11/10/2025).

Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengatakan pencahayaan sengaja dibuat terbatas demi menjaga kesejahteraan satwa, khususnya yang tidak aktif di malam hari.

“Kembali lagi kepada pengunjung, harus dipahami bahwa tidak boleh ini terlalu terang karena bisa mengganggu satwa ya,” ujar Bambang kepada wartawan, Sabtu malam.

Baca juga: Penerangan Minim Jadi Evaluasi Night at The Ragunan Zoo, Pengelola Minta Pengunjung Maklum

Menurut Bambang, pengaturan cahaya di malam pembukaan sudah diukur agar tidak melewati ambang batas kenyamanan bagi satwa.

“Kami memang sudah ukur penerangan ini sebatas tidak mengganggu ambang batas satwa,” ungkapnya.

“Karena di sini pun (area pengunjung) ada satwa yang tidak boleh kena cahaya berlebihan atau paparan cahaya,” sambungnya.

Bambang menambahkan, peningkatan penerangan akan difokuskan di area yang jauh dari kandang satwa, seperti taman, tempat duduk, dan lapangan yang menjadi lokasi pengunjung berpiknik atau berolahraga.

Sementara itu, pencahayaan di jalur menuju area satwa akan tetap dijaga agar tidak terlalu terang.

“Sudah kami ukur pencahayaan ini hanya untuk jalur pedestrian saja, bukan untuk menerangi seperti siang hari, seperti itu,” jelas Bambang.

Baca juga: Melihat Satwa Saat Night at The Ragunan Zoo Harus Naik Buggy Car, Ini Alasannya

Keluhan pengunjung

Sebelumnya, sejumlah pengunjung mengeluhkan minimnya pencahayaan saat uji coba “Night at The Ragunan Zoo”.

Salah satunya Kiki (27), warga Jatipadang yang rutin berolahraga di Ragunan. Kali ini, ia datang karena penasaran ingin mencoba pengalaman berolahraga di malam hari. Namun, ia merasa kurang nyaman karena penerangan yang minim.

“Pas ditutup juga sedikit kecewa sih, pencahayaannya kurang banget. Tadi merasa masih gelap, hampir ketabrak anak-anak juga,” ujar Kiki, Sabtu.

Menurut Kiki, tingkat pencahayaan malam itu hanya sekitar 10 persen dari ekspektasinya. Ia juga menyesalkan jalur lari yang ditutup selama program wisata malam, sehingga pelari dan pejalan kaki harus berbagi jalur.

“Sekarang kan terbatas (rute larinya). Disayangin banget sih, ya. Soalnya track larinya itu kan benar-benar enak buat lari,” tutur Kiki.

Baca juga: Pengunjung Keluhkan Minimnya Penerangan di Night at The Ragunan Zoo, Ini Respons Pemprov DKI

Keluhan serupa disampaikan Mia (32), pengunjung lain yang datang bersama keluarganya. Ia menilai pencahayaan di area tempat duduk dan sekitar lokasi kuliner masih terlalu redup.

“Tadi cahaya ada dari yang lampu jalan sama yang di area pejalan kaki, sisanya tuh dari booth yang jual makanan. Jadi masih terlalu gelap sih,” ujar Mia.

Mia berharap pencahayaan di area publik bisa ditingkatkan agar pengunjung lebih nyaman beraktivitas di malam hari.

“Di sini kan luas jadi biar enggak rabun melihat ke jarak yang jauh,” tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Polisi Periksa Karni Ilyas Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Polisi Periksa Karni Ilyas Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Megapolitan
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Joki Antre dan Praktik Percaloan
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Joki Antre dan Praktik Percaloan
Megapolitan
Joki Antre Jadi Jalan Pintas Warga...
Joki Antre Jadi Jalan Pintas Warga...
Megapolitan
Tumpukan Sampah di Pasar Kopro Dibersihkan, Pengangkutan Kembali Normal
Tumpukan Sampah di Pasar Kopro Dibersihkan, Pengangkutan Kembali Normal
Megapolitan
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Megapolitan
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Megapolitan
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
Megapolitan
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Megapolitan
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Megapolitan
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Megapolitan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Megapolitan
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Megapolitan
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Megapolitan
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Megapolitan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Pengelola Janji Tambah Penerangan di Night at The Ragunan Zoo, tapi Hanya Area Ini
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat