JAKARTA, KOMPAS.com – Air zamzam ukuran lima liter ramai diperjualbelikan di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan harga mencapai Rp 350.000 hingga Rp 400.000 per galon.
Permintaan datang tidak hanya dari jamaah yang baru pulang umrah, tetapi juga warga yang rutin mengonsumsinya untuk kebutuhan pribadi.
Papan nama bertuliskan “Mekkah” dan “Pusat Grosir Kurma” berjajar di atas kios. Rak-rak dipenuhi kotak kurma, sajadah, tasbih, hingga galon air zamzam yang ditata di bagian depan agar mudah terlihat pembeli.
Baca juga: Cara Membedakan Air Zamzam Asli dan Palsu Versi Pedagang Pasar Tanah Abang
Aroma kurma kering bercampur dengan hiruk-pikuk percakapan pedagang dan pengunjung yang lalu-lalang di lorong sempit pasar.
Di salah satu sisi, tumpukan kurma disusun menggunung dalam wadah merah besar. Beberapa karyawan duduk di bangku kecil menunggu pembeli, sesekali memperhatikan orang yang berhenti untuk melihat-lihat.
Di tengah suasana itulah, galon-galon air zamzam lima liter menjadi salah satu barang yang kerap ditanyakan.
Pembelinya datang dengan tujuan berbeda. Ada yang hendak memborong untuk oleh-oleh sepulang ibadah, ada pula yang rutin membeli untuk dikonsumsi sendiri.
Bagi sebagian warga, Tanah Abang menjadi pilihan karena mudah dijangkau dan stoknya tersedia tanpa harus menunggu musim haji.
Mereka tak perlu membawa tambahan beban dari Tanah Suci. Cukup datang ke Tanah Abang, lalu membawa pulang air zamzam yang dibutuhkan.
Yani, salah satu pembeli yang ditemui di lokasi, mengaku sengaja membeli tambahan air zamzam di Tanah Abang setelah pulang umrah.
Jatah yang didapat saat perjalanan ibadah dinilainya tidak cukup untuk dibagikan kepada seluruh keluarga dan kerabat.
Baca juga: Air Zamzam Galonan Dijual Rp 400.000 di Tanah Abang, Dipasok Pramugari dan Travel
Ia menyebutkan, tradisi berbagi air zamzam masih dipegang kuat di lingkungan keluarganya. Memberikan oleh-oleh tersebut dianggap sebagai bagian dari kebahagiaan sepulang ibadah.
“Umrah memang dapat jatah zamzam, tapi kan terbatas, Sementara keluarga saya banyak, belum lagi saudara dekat dan tetangga. Enggak enak kalau cuma kasih ke sebagian. Jadi lebih praktis beli lagi di sini (Tanah Abang) supaya cukup buat dibagi-bagi," ujar dia kepada Kompas.com, Senin (2/3/2026).
Dalam sekali pembelian, jumlah yang dibawa pulang pun tidak sedikit. Yani mengatakan ia bisa membeli belasan galon demi memastikan semua kebagian.
“Kalau buat oleh-oleh bisa sampai 10–20 galon. Supaya semua dapat bagian, Soalnya yang penting kan simbolisnya, bisa berbagi," katanya.
Ia juga menuturkan bahwa pembelian air zamzam biasanya dilakukan setelah kepulangannya dari Tanah Suci, menyesuaikan waktu keberangkatan umrah.
“Biasanya saya beli setelah pulang umrah saja tergantung kapan berangkatnya," kata dia.
Meski memiliki nilai ibadah, Yani mengaku tetap mempertimbangkan harga saat membeli dalam jumlah banyak. Selisih harga antar toko di Tanah Abang, menurut dia, tetap diperhatikan sebelum memutuskan pembelian.
Ia biasanya berkeliling terlebih dahulu untuk membandingkan harga. Perbedaannya bisa tipis, tetapi ada pula yang cukup signifikan.
Baca juga: Jemaah Haji Nekat Bawa Air Zamzam ke Tanah Air, Sembunyikan di Termos hingga Kursi Roda