JAKARTA, KOMPAS.com - Bra bekas impor menjadi salah satu barang yang banyak diburu ibu-ibu dan perempuan muda yang sedang melakukan thrifting atau berbelanja pakaian bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Berdasarkan pemantauan Kompas.com pada Selasa (10/3/2026), sejumlah toko yang menjual pakaian dalam bekas impor tampak dipadati pembeli. Salah satunya adalah Feni (42), yang terlihat sibuk mencari bra bekas impor dengan busa tipis.
Saat disapa, Feni antusias bercerita bahwa berburu bra bekas menjadi aktivitas sampingan setiap kali ia berkunjung ke Pasar Senen.
Baca juga: Alasan Wanita Berburu Bra Bekas Impor di Pasar Senen: Karetnya Lebih Kencang
"Hari ini sebenarnya thrifting kemeja di Pasar Senen. Tapi sengaja saya sempatkan thrifting underwear juga. Memang saya sering beli bra second itu karena awet," jelasnya.
"Benar awet. Ini kan impor ya walau bra nya bekas. Bisa dipakai lebih dua tahun masih kencang karetnya. Malah BH yang baru beli karetnya gampang molor kalau menurut saya," ungkap Feni.
Feni mengaku memilih pakaian dalam bekas sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Biasanya ia mencari bra yang fungsional untuk dipakai sehari-hari.
Namun terkadang ia juga mencari bra sport atau bra berbahan kain untuk digunakan pada kesempatan tertentu.
Selain karena kualitas yang menurutnya cukup baik, harga yang relatif murah juga membuat Feni kerap berbelanja bra impor bekas di Pasar Senen.
Sementara untuk celana dalam bekas, Feni mengaku tidak berani membelinya karena alasan kesehatan.
"Kalau celana tidak. Cukup bra saja. Itu juga saya rendam dulu pakai air panas dua kali sebelum dicuci," ungkap Feni.
Hal yang sama juga dilakukan Ninik (40). Ia mengatakan, pakaian dalam bekas setidaknya harus direndam air panas sebelum dicuci bersih. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti cara membersihkan pakaian bekas yang benar secara ilmiah.
Baca juga: Ibu-ibu Ramai Berburu Bra Bekas Impor di Pasar Senen
Namun ia tetap menerapkan kebiasaan merendam pakaian bekas hasil thrifting dengan air panas sebelum digunakan.
"Kalau saya karena kebiasaan ya. Saya rendam air panas 30 menit lah paling, pakai detergen juga merendamnya. Setelah itu baru dicuci bersih, dan dikeringkan," jelas Ninik.
"Karena kalau belum direndam air panas, saya belum plong rasanya. Gitu saja," lanjut dia.
Sama seperti Feni, Ninik juga rutin berbelanja bra di Pasar Senen. Namun tidak semua bra yang dibelinya merupakan barang bekas. Sebab, para pedagang pakaian dalam di Pasar Senen juga menjual underwear baru.