JAKARTA, KOMPAS.com - Kehidupan Kori Temu (38), perantau asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, berubah drastis setelah terdampak penggusuran untuk pembangunan pemakaman di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat.
Sempat diliputi ketakutan dan penolakan, ia kini justru mengaku bersyukur setelah direlokasi ke rumah susun.
Kori sebelumnya tinggal di RW 04 Pegadungan, Kalideres, sebelum akhirnya direlokasi ke Rusun Tegal Alur oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat. Relokasi yang awalnya dianggap sebagai ancaman kini justru ia rasakan sebagai berkah.
Baca juga: “Bukan Hak Saya, Maka Saya Kembalikan”: Saat Warga Tinggalkan Lahan Makam di Jakbar
"Makanya aku ngomong sama suamiku, 'ya ampun ini doa aku dikabulin'. Senang sih punya tempat yang lebih layak, malah kayak 'kenapa enggak dari dulu aja ya digusur?'," kelakar Kori saat berbincang dengan Kompas.com di Rusun Tegal Alur, Rabu (1/4/2026).
Saat pertama kali menerima surat pemberitahuan pengosongan lahan, Kori mengaku kaget dan stres. Ia baru mengetahui bahwa lahan yang telah ditempatinya selama belasan tahun merupakan aset negara yang akan digunakan untuk pembangunan pemakaman.
Penolakan sempat muncul, terutama karena ia membayangkan kehidupan di rumah susun akan lebih merepotkan dibandingkan tinggal di rumah sebelumnya.
"Pikirannya rusun kan ya pakai tangga apa segala macam kan. Nanti repot, gimana ya kalau air habis kan harus gotong galon ke atas. Kepikiran pasti capek dan enggak nyaman. Awalnya mikir mending di rumah sendiri walaupun begitu," ungkap Kori.
Namun, pandangannya berubah setelah mengikuti sosialisasi di Kantor Kelurahan Tegal Alur pada akhir tahun lalu. Dalam sosialisasi tersebut, warga diberikan penjelasan terkait fasilitas dan sistem hunian di rumah susun.
"Eh ternyata sampai sini ada lift, terus ada taman, unitnya bagus, bersih, rapi. Pas dikasih tahu sama kelurahan sistemnya begini, malah langsung aja, 'ah buru-buru pindah aja lah' kata saya, tempatnya bagus banget," ujarnya.
Kori kemudian meyakinkan suaminya untuk menerima relokasi dan akhirnya pindah pada 10 Februari 2026 dalam tahap pertama relokasi.
"Saya malah langsung ngomong ke saudara yang di sana juga, eh buruan udah ikut aja enak tempatnya di rusun daripada di sana," kata dia.
Baca juga: Rumah Warga di Lahan TPU Kamal Kalideres Akan Dibongkar Total Senin Depan
Rasa syukur Kori bukan tanpa alasan. Sebelumnya, ia tinggal di bangunan semi permanen berdinding triplek yang berdiri di atas lahan persawahan.
Kondisinya memprihatinkan, mulai dari rumah yang kerap kebanjiran, jalanan becek dan berlumpur, hingga air tanah yang asin sehingga ia harus mengambil air untuk mendapatkan akses air PAM.
Sementara di Rusun Tegal Alur, Kori kini mendapatkan hunian yang jauh lebih layak dan nyaman.
"Sekarang anak-anak punya kamar sendiri, saya sama suami punya kamar sendiri. Terus ada ruang depan, dapur, tempat kompor, kamar mandi bersih, malah lebih bagus, bersih. Airnya gampang, masak nggak ribet," ucapnya.