Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

AI Makin Banyak Dipakai Bank untuk Rekrutmen hingga Pengembangan SDM

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemanfaatan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin menjadi bagian dari transformasi sektor perbankan.

Teknologi ini digunakan untuk mendukung operasional, pengambilan keputusan, hingga meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

Namun, di tengah percepatan adopsi teknologi tersebut, tantangan yang dihadapi perbankan tidak hanya terkait penerapan teknologi, tetapi juga bagaimana merancang model bisnis yang tetap relevan, bertanggung jawab, dan berfokus pada manusia.

Topik ini mengemuka dalam acara Indonesia HR Director Summit ke-12 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam forum diskusi bertajuk Reinventing HR Leadership in the Age of AI and Work Transformation, para pimpinan sumber daya manusia (human resources/HR) dari berbagai perusahaan menyoroti pentingnya pendekatan AI yang berpusat pada manusia (human-centric AI).

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan tanggung jawab organisasi terhadap karyawan maupun pemangku kepentingan lainnya.

Salah satu perusahaan yang menerapkan pendekatan ini adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO). Bank digital tersebut memanfaatkan AI untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas kerja karyawan.

Head of People & Culture Bank Jago Pratomo Soedarsono mengatakan, peran AI di dalam perusahaan diposisikan sebagai mitra bagi manusia, bukan sebagai pengganti.

“Kami di Bank Jago memposisikan AI sebagai ‘co-pilot’, bukan ‘autopilot’. AI bukan pengganti manusia, tetapi mitra yang memperkuat peran dan kreativitas setiap Jagoan (istilah untuk karyawan Bank Jago),” ujar Pratomo.

Pemanfaatan AI dalam pengelolaan SDM

Sebagai bank berbasis teknologi, Bank Jago menjadikan AI sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya manusia. Teknologi ini dimanfaatkan mulai dari proses rekrutmen hingga pengembangan keterampilan karyawan.

Menurut Pratomo, AI membantu perusahaan mencocokkan kompetensi kandidat secara lebih presisi, memprediksi kebutuhan talenta digital, hingga mengidentifikasi kesenjangan keterampilan dalam organisasi.

Pemanfaatan tersebut bertujuan membantu karyawan bekerja lebih efektif dalam kegiatan sehari-hari. AI digunakan untuk menyederhanakan berbagai proses kerja, menyusun informasi, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Meski demikian, setiap keputusan tetap berada di tangan manusia. Prinsip akuntabilitas dan pemahaman konteks tetap menjadi dasar dalam setiap proses pengambilan keputusan.

“AI tidak boleh berhenti sebagai tools. Tantangannya adalah bagaimana menjadikannya bagian dari alur pekerjaan sehari-hari, tanpa menghilangkan tanggung jawab manusia,” jelas dia.

Program pengembangan kapabilitas AI

Dalam pengembangan sumber daya manusia, Bank Jago juga mendorong peningkatan kemampuan karyawan dalam memanfaatkan AI.

Upaya ini dilakukan melalui berbagai program pembelajaran berbasis kelas yang diselenggarakan bersama mitra global dan institusi data.

Program pembelajaran tersebut dirancang agar terhubung langsung dengan kebutuhan kerja. Selain itu, Bank Jago juga menginisiasi Jago Digital Academy (JDA) sebagai platform pembelajaran digital.

Platform ini telah diikuti lebih dari 18.000 peserta. Program tersebut dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan tambahan, tetapi sebagai bagian dari kemampuan yang terintegrasi dalam cara kerja sehari-hari karyawan.

Dalam implementasinya, Bank Jago membagi perjalanan penggunaan AI di kalangan karyawan ke dalam tiga persona yang disebut sebagai “Jagoan”.

Tahap pertama adalah explorer, yaitu karyawan yang memanfaatkan AI untuk membantu tugas-tugas harian dan meningkatkan efisiensi kerja.

Tahap berikutnya adalah pilot, di mana AI mulai diintegrasikan ke dalam proses kerja serta digunakan untuk membantu penyelesaian masalah yang lebih kompleks.

“Hingga akhirnya menjadi architect, yaitu mereka yang merancang dan membangun solusi AI untuk mendorong inovasi nyata di organisasi,” tutur Pratomo.

Pendekatan ini bertujuan membantu karyawan memahami tahapan penguasaan teknologi secara bertahap, sekaligus memastikan penggunaan AI dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi.

Peta pengembangan karier karyawan

Untuk membantu karyawan berkembang di tengah transformasi kerja berbasis teknologi, Bank Jago juga memperkenalkan Capability Journey.

Program ini merupakan peta pengembangan karier yang dirancang agar diskusi antara karyawan dan atasan menjadi lebih terarah dan konkret.

Melalui pendekatan ini, pemanfaatan AI dan data tidak hanya mempercepat proses kerja, tetapi juga membantu perusahaan mengembangkan sumber daya manusia secara lebih personal dan tepat sasaran.

“Peta ini membantu kami melihat potensi individu dan memastikan setiap langkah pengembangan selaras dengan kebutuhan organisasi, sambil mendukung pertumbuhan kemampuan digital karyawan,” kata Pratomo.

Bank Jago memanfaatkan AI dalam berbagai tahap perjalanan karyawan di perusahaan. Penggunaan teknologi ini dimulai dari proses rekrutmen yang dirancang agar lebih cepat dan objektif.

Selanjutnya, AI juga dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan kinerja, pengembangan keterampilan, hingga pengolahan survei keterlibatan karyawan dan umpan balik 360 derajat.

Seluruh proses tersebut dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai dinamika tenaga kerja di dalam organisasi.

Dengan dukungan data yang lebih komprehensif, manajemen diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat terkait pengelolaan sumber daya manusia.

“Ke depan, kami tengah mengembangkan asisten pribadi berbasis AI yang akan membantu karyawan dalam mengakses informasi dan menjalankan layanan mandiri dengan lebih cepat dan praktis,” ungkapnya.

Perubahan pola kepemimpinan dan organisasi

Menurut Pratomo, penerapan teknologi AI juga mendorong perubahan dalam cara organisasi bekerja.

Pendekatan ini memungkinkan organisasi yang sebelumnya bersifat kaku bertransformasi menjadi jaringan kolaboratif yang lebih dinamis. Karyawan dapat saling belajar dan beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan pasar.

Di sisi lain, peran pemimpin dalam organisasi juga mengalami perubahan. Pemimpin tidak lagi sekadar berperan sebagai pengarah, tetapi juga sebagai mentor dan fasilitator yang membantu anggota tim berkembang.

Mengacu pada regulasi OJK

Dalam implementasinya, Bank Jago menegaskan bahwa seluruh inisiatif penggunaan AI tetap mengacu pada panduan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator sektor jasa keuangan.

Penggunaan teknologi tersebut, menurut perusahaan, dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi serta memastikan bahwa manusia tetap menjadi pengambil keputusan akhir.

Selain itu, setiap proses juga dilengkapi dengan jejak audit yang jelas untuk menjaga akuntabilitas serta mempertahankan kepercayaan dari para pemangku kepentingan.

“Budaya kerja yang adaptif bukan hanya soal cepat dan serba digital, tetapi juga tentang memberi ruang bagi setiap orang untuk tumbuh, berinovasi, dan berkolaborasi untuk menciptakan ide-ide baru yang solutif,” tegas Pratomo.

https://money.kompas.com/read/2026/03/02/201821526/ai-makin-banyak-dipakai-bank-untuk-rekrutmen-hingga-pengembangan-sdm

Terkini Lainnya

Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati��Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com