Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Prediksi IHSG Pekan Ini: Volatilitas Tinggi, Sektor Energi Jadi Penyelamat?

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan tertekan pada awal pekan atau Senin (30/3/2026), setelah indeks ditutup melemah 0,94 persen ke level 7.097,057 pada Jumat kemarin.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan jika konflik di Timur Tengah kembali memanas dan harga minyak naik, maka IHSG berpotensi kembali menguji support psikologis di level 7.000 dan resistance-nya di posisi 7.200.

“Secara keseluruhan IHSG masih berpotensi bergerak volatil dan cenderung sideways dengan kecenderungan melemah selama ketidakpastian global masih tinggi,” ujar Hendra saat dihubungi Kompas.com, Minggu (29/3/2026).

Pelemahan IHSG pada penutupan akhir pekan lalu menunjukkan pasar saham masih berada dalam fase ketidakpastian global yang tinggi.

Ia mencatat memanasnya konflik Timur Tengah serta kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kembali meningkatkan tensi geopolitik membuat pasar keuangan global diliputi ketidakpastian.

Meskipun sempat menunda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama sepuluh hari, pasar tetap khawatir konflik akan meluas menjadi konflik darat dan mengganggu jalur distribusi energi dunia.

Di sisi lain, aksi demonstrasi besar bertajuk “No Kings” di berbagai kota di Amerika Serikat juga menunjukkan meningkatnya ketidakpastian politik domestik di AS.

Kombinasi antara risiko geopolitik dan ketidakpastian politik inilah yang membuat bursa saham global, termasuk IHSG, mengalami tekanan.

Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan harga minyak dunia yang kembali mendekati angka 100 dollar AS per barrel.

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi global kembali naik, sehingga pasar mulai memperkirakan bahwa suku bunga global akan bertahan tinggi lebih lama atau higher for longer.

“Ketika suku bunga tinggi bertahan lebih lama, maka aliran dana global cenderung masuk ke obligasi dan keluar dari pasar saham, sehingga wajar jika IHSG dan bursa global cenderung bergerak melemah dan volatil dalam jangka pendek,” paparnya.

Namun di tengah tekanan IHSG, sektor energi justru menjadi sektor yang paling kuat.

Hal ini menunjukkan bahwa terjadi rotasi sektor di pasar, di mana investor mulai mengalihkan dana ke saham berbasis komoditas seperti energi, batu bara, dan logam.

Hendra memandang dalam situasi perang atau konflik geopolitik, harga komoditas energi biasanya naik karena adanya kekhawatiran gangguan pasokan, sehingga perusahaan energi justru diuntungkan.

Oleh karena itu, saham berbasis komoditas berpotensi menjadi leader pasar dalam jangka pendek di tengah kondisi pasar yang tidak pasti.

Beberapa saham yang menarik untuk dicermati dalam perdagangan Senin diantaranya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan strategi trading buy dan target harga di Rp 1.910 hingga Rp 2.000.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) trading buy dengan target Rp 1.690 hingga Rp 1.790, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan buy on weakness di area Rp 3.000 hingga Rp 3.040 dengan target Rp 3.180 hingga Rp 3.300, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) speculative buy dengan target Rp 3.340 - Rp 3.540.

“Saham-saham ini berpotensi bergerak positif selama harga minyak dan komoditas masih berada di level tinggi serta selama konflik geopolitik belum mereda,” tukasnya.

Lebih jauh, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Aud, memberikan rekomendasi saham sebagai berikut.

  • PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
    Rekomendasi: Speculative buy
    Support: Rp 2.080
    Resistance: Rp 2.260
  • PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)
    Rekomendasi: Speculative buy
    Support: Rp 7.950
    Resistance: Rp 9.350

 

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

https://money.kompas.com/read/2026/03/30/101955826/prediksi-ihsg-pekan-ini-volatilitas-tinggi-sektor-energi-jadi-penyelamat

Terkini Lainnya

Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com