Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bantah PLN Rugi, Bos Danantara: Kontribusi Dividen Ada ...

Kompas.com, 14 Juni 2025, 06:18 WIB
Dian Erika Nugraheny,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan P.

Roeslani, membantah soal PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero yang disebut mengalami kerugian.

Bantahan ini disampaikan Rosan saat sesi tanya jawab dengan mahasiswa pada acara Meet the Leaders yang digelar Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Baca juga: PLTM Kanzy 3 Jalin Kerja Sama dengan PLN, Listrik Disalurkan ke Masyarakat

Mula-mula, mahasiswa menanyakan soal pemberitaan di media massa yang menyebut PLN mengalami kerugian.

Mahasiswa tersebut bertanya apa sebab perusahaan pelat merah itu rugi karena seluruh masyarakat Indonesia sudah membayar listrik secara tertib.

Rosan pun menanggapi dengan menyebut PLN tidak merugi karena tetap memberikan kontribusi dividen (laba).

"Intinya sebetulnya, PLN ini sebetulnya sih tidak merugi. Karena ada kontribusi juga dari segi dividen-nya itu ada. Jadi, tidak merugi," ujar Rosan.

"Tetapi, pertanyaannya memang PLN ini kan juga mereka membangun ke tempat-tempat yang remote. Remote area. Remote area sampai all the way ke pegunungan. Sampai di Papua," ungkapnya.

Dengan kata lain, PLN harus melakukan subsidi silang untuk pembangunan infrastruktur listrik sampai ke pelosok daerah.

Rosan juga bilang, PLN merupakan salah satu perusahaan BUMN yang tidak hanya berperan mencari keuntungan, tetapi juga melakukan pembangunan.

"PLN ini tidak rugi. Jadi, ya memang ini adalah perannya kan semata-mata tidak hanya sebagai value creation. Tetapi, agent of development," katanya.

"Jadi, memang ada peran lain BUMN, tidak semata-mata mencari keuntungan. Tetapi, juga sebagaimana meningkatkan pembangunan di negara yang kita cintai ini," lanjutnya.

Meski begitu, Rosan meyakini ke depannya PLN bisa semakin efisien, produktif, dan punya manajemen yang lebih baik.

Sebab ke depan listrik akan lebih fokus kepada sumber energi yang baru dan terbarukan (EBT).

Rosan mencontohkan, pada 2034, 76 persen pembangkit listrik PLN direncanakan akan menggunakan EBT.

"Kalau lihat biaya, memang relatif lebih tinggi. In the beginning. Tapi in the long run, akan mempunyai dampak yang sangat positif," katanya.

"Karena Indonesia juga pada tahun 2060 sudah committed to have a net zero emission. Net zero emission pada tahun 2060. Even now, mau lebih ambisius pada tahun 2050. PR-nya harus kita kerjakan dari sekarang," tambah Rosan.

Baca juga: RI Teken Kerja Sama Ekspor Listrik Hijau 3,4 GW ke Singapura

Ilustrasi listrik. SHUTTERSTOCK/JITTAWIT21 Ilustrasi listrik.
Diberitakan sebelumnya, PT PLN (Persero) mengungkapkan pelaksanaan kebijakan diskon tarif listrik 50 persen pada Januari-Februari 2025 akan menggerus potensi pendapatan perusahaan hingga Rp 10 triliun.

Program diskon tarif listrik 50 persen ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi atas imbas kebijakan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen mulai 1 Januari 2025.

Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly mengatakan, pendapatan PLN berpotensi turun Rp 5 triliun setiap bulannya dari program diskon tarif listrik yang akan berlangsung selama dua bulan itu.

"Ini kami sikapi karena ada penurunan pendapatan dari pelanggan sebesar Rp 5 triliun per bulan di Januari dan Februari," ujarnya di Unit Induk Pusat Pengaturan Beban (UIP2B) milik PLN di Depok, Jawa Barat, Kamis (27/12/2024).

Ia menuturkan, untuk mengantisipasi potensi penurunan pendapatan itu, pihaknya berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.

Selain itu, kondisi keuangan PLN juga berada dalam pengawasan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Tentu kami harus mengantisipasi, tadi arahan dari Pak Wamen (Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo) bagaimana di PLN aspek keuangannya terus dijaga, dan ini dikoordinasikan dengan stakeholder terkait untuk menyikapi kebijakan-kebijakan yang ada dengan sebaik-baiknya," papar Sinthya.

Adapun diskon tarif listrik sebesar 50 persen diberikan kepada pelanggan rumah tangga dengan daya terpasang 450 hingga 2.200 volt ampere (VA).

Jumlah pelanggan dengan daya yang sesuai ketentuan tersebut sebanyak 81,4 juta pelanggan, atau 97 persen dari total pelanggan PLN yang mencapai 84 juta pelanggan.

Baca juga: Daftar Biaya Tambah Daya Listrik PLN Terbaru Berlaku Juni 2025

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau