JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya minat masyarakat terhadap emas membuat dua bank syariah nasional yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Bank Muamalat Tbk gencar menyasar bisnis emas syariah.
Tingginya minat masyarakat terhadap emas tecermin dari melonjaknya harga emas pada tahun lalu baik secara global maupun nasional.
Berdasarkan laporan World Gold Council (WGC), harga emas dunia mencatatkan imbal hasil tahunan sebesar 67 persen sepanjang 2025 dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 4.449 per troy ons pada Desember 2025.
Sementara di dalam negeri, harga emas Antam pada 1 Januari 2025 sebesar Rp 1.524.000 per gram lalu melonjak menjadi Rp 2.501.000 per gram pada 31 Desember 2025.
Baca juga: Sentimen Inflasi AS dan Geopolitik Dongkrak Harga Emas dan Perak
Pemerintah juga memaksimalkan potensi emas dan memonetisasi investasi emas melalui pembentukan Bank Emas atau bullion bank. BSI menjadi bank emas pertama di Indonesia.
Tercatat, sejak dilaunching pada 26 Februari 2025, harga emas bullion meningkat pesat hingga 56,22 persen secara year to date.
Meningkatnya permintaan emas di dalam negeri membuat BSI maupun Bank Muamalat mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025, namun dengan strategi dan segmentasi yang tidak sepenuhnya sama.
BSI mengandalkan model bank emas atau bullion bank yang terintegrasi secara digital melalui aplikasi mobile banking BYOND by BSI.
Sebagai bank emas pertama di Indonesia, BSI mengantongi izin perdagangan emas, penjualan emas, dan penitipan emas, sehingga mampu menawarkan layanan yang relatif lengkap dalam satu ekosistem.
Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengatakan, hingga Desember 2025, penjualan emas BSI melalui BYOND menembus 2,18 ton, dengan jumlah nasabah khusus bullion bank mencapai lebih dari 500.000 orang.
"Alhamdulillah jumlah nasabah khusus bulion bank juga telah menembus 500.000 yang didominasi rentang usia 20-40 tahun atau kategori Gen-Z dan Gen Milenial," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).
Basis nasabah bullion bank BSI yang didominasi generasi Z dan milenial itu sejalan dengan strategi BSI yang menekankan kemudahan akses digital, transaksi real time 24 jam, serta nilai investasi awal yang relatif rendah, mulai dari sekitar Rp 50.000.
Kepemilikan emas digital di BSI tersebut didukung penyimpanan fisik di smart vault bank, sehingga aspek keamanan menjadi salah satu nilai jual utama.
Selain transaksi jual beli, BSI juga menawarkan produk turunan seperti cicil emas dan gadai emas.
Produk ini dapat dimanfaatkan bagi nasabah yang ingin membeli emas dengan harga hari ini dan kemudian mencicil hingga lunas.