Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, struktur pendidikan tenaga kerja Indonesia hingga November 2025 masih didominasi oleh lulusan pendidikan dasar.
Dari total 147,91 juta penduduk bekerja, sebanyak 34,63 persen berpendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.
“Pada November 2025, sebagian besar penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah, yaitu sebesar 34,63 persen," tulis BPS dalam Berita Resmi Statistik Keadaan Ketenagakerjaan
Indonesia November 2025.
Baca juga: OJK: 59,4 Persen Pekerja Indonesia Masih di Sektor Informal, Rentan Guncangan Ekonomi
Ilustrasi pekerja Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).Komposisi ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga tenaga kerja nasional masih memiliki tingkat pendidikan paling rendah dalam jenjang formal.
Sementara itu, pekerja dengan pendidikan tinggi, yakni Diploma IV, S1, S2, dan S3, mencapai 10,81 persen dari total penduduk bekerja.
Berdasarkan data BPS, distribusi penduduk bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan pada November 2025 adalah sebagai berikut.
Baca juga: Bekerja Tapi Tetap Miskin, Fenomena Working Poor Hantui Jutaan Pekerja RI
Ilustrasi pekerja di Jakarta. Bank Dunia soroti rendahnya produktivitas tenaga kerja Indonesia dan tantangan generasi muda Indonesia dalam memperoleh pekerjaan layak.“Distribusi penduduk bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan pada November 2025 masih menunjukkan pola yang sama dengan Agustus 2025," kata BPS.
Dibandingkan Agustus 2025, terdapat penurunan pada proporsi pekerja berpendidikan SD ke bawah sebesar 0,12 persen poin. Sementara itu, kelompok SMP dan SMK justru mengalami kenaikan masing-masing 0,19 persen poin dan 0,17 persen poin.
Kenaikan proporsi lulusan SMK ini juga terlihat dalam data pekerja komuter. Pada November 2025, pekerja komuter dengan pendidikan SMK mencapai 25,96 persen, meningkat 1,53 persen poin dibanding Agustus 2025.
Secara sektoral, tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbesar pada November 2025 adalah sebagai berikut.
Baca juga: Rekor Baru, Jumlah Pekerja Asing di Jepang 2,57 Juta Orang pada 2025
Dominasi sektor pertanian yang padat karya dan secara historis banyak menyerap tenaga kerja berpendidikan rendah sejalan dengan komposisi pendidikan tenaga kerja nasional.
Jumlah pekerja di sektor pertanian tercatat sebanyak 41,41 juta orang atau 27,99 persen dari total pekerja. Sementara sektor industri pengolahan menyerap 20,51 juta orang (13,86 persen), dan perdagangan 27,62 juta orang (18,67 persen).
Di sisi lain, sektor dengan proporsi pekerja relatif kecil seperti Informasi dan Komunikasi hanya menyerap 0,73 persen tenaga kerja atau sekitar 1,08 juta orang.
BPS juga mencatat bahwa tingkat pendidikan berkorelasi dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Pada November 2025, TPT nasional sebesar 4,74 persen.
Baca juga: Ironi Pekerja Indonesia: Bahagia tetapi Dihantui Burnout
Ilustrasi pengangguran, lulusan SMK sumbang pengangguran terbanyak.Namun demikian, jika dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, terdapat perbedaan mencolok.