Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertumbuhan Ekonomi Jepang Melemah di Akhir 2025, Konsumsi Masih Tertekan

Kompas.com, 16 Februari 2026, 08:50 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

TOKYO, KOMPAS.com — Ekonomi Jepang kembali tumbuh pada kuartal IV 2025 setelah mengalami kontraksi pada kuartal sebelumnya.

Namun, laju pertumbuhan ekonomi Jepang tersebut masih jauh di bawah ekspektasi pasar, mencerminkan pemulihan yang rapuh di tengah lemahnya konsumsi rumah tangga, investasi yang belum optimal, serta tekanan eksternal dari perdagangan global.

Data awal pemerintah Jepang menunjukkan produk domestik bruto (PDB) riil negara itu meningkat tipis sebesar 0,1 persen secara kuartalan pada periode Oktober hingga Desember 2025, berbalik dari kontraksi 0,7 persen pada kuartal sebelumnya.

Baca juga: Yen Menguat Usai Kemenangan Takaichi, Pasar Cermati Arah Fiskal Jepang

Ilustrasi Jepang. Jepang Setujui Paket Stimulus Rp 2.267 Triliun, Warga Bisa Terima Subsidi Listrik, Beras, dan Uang Rp 2,1 JutaDok. Unsplash/Se. Tsuchiya Ilustrasi Jepang. Jepang Setujui Paket Stimulus Rp 2.267 Triliun, Warga Bisa Terima Subsidi Listrik, Beras, dan Uang Rp 2,1 Juta

Namun, angka ini masih jauh di bawah perkiraan pasar yang memperkirakan pertumbuhan sekitar 0,4 persen.

Dikutip dari Reuters, Senin (16/2/2026), dalam basis tahunan yang disesuaikan, pertumbuhan ekonomi Jepang hanya mencapai 0,2 persen, jauh di bawah perkiraan ekonom sebesar 1,6 persen.

Kinerja ini menegaskan bahwa momentum pemulihan ekonomi Jepang masih lemah meskipun secara teknis telah keluar dari kontraksi.

Konsumsi rumah tangga tetap menjadi titik lemah

Konsumsi rumah tangga, yang merupakan komponen terbesar dalam struktur ekonomi Jepang, menunjukkan pertumbuhan yang sangat terbatas.

Baca juga: Investor Jepang Masih Nilai Indonesia Tujuan Strategis, Meski Investasi Turun

Pada kuartal IV 2025, konsumsi swasta hanya meningkat 0,1 persen, menjadi salah satu laju pertumbuhan terendah dalam setahun terakhir.

Lemahnya konsumsi tersebut terutama dipengaruhi oleh inflasi yang masih membebani daya beli masyarakat, terutama kenaikan harga pangan dan biaya hidup lainnya.

Reuters mencatat konsumsi swasta naik hanya 0,1 persen, tertahan inflasi pangan yang persisten.

Ilustrasi Jepang, Jepang Catat Rekor Hampir 100.000 Orang Berusia Lebih dari 100 TahunPEXELS/ Evgeny Tchebotarev Ilustrasi Jepang, Jepang Catat Rekor Hampir 100.000 Orang Berusia Lebih dari 100 Tahun

Kondisi ini memperlihatkan tantangan utama ekonomi Jepang, yakni memastikan pemulihan konsumsi domestik yang berkelanjutan.

Baca juga: Rekor Baru, Jumlah Pekerja Asing di Jepang 2,57 Juta Orang pada 2025

Sebagai negara dengan populasi yang menua dan pertumbuhan upah yang terbatas, permintaan domestik sering kali menjadi faktor penentu stabilitas pertumbuhan jangka panjang.

Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi Jepang yang sebelumnya rendah mulai meningkat, sebagian dipicu oleh kenaikan harga energi dan pangan global, serta pelemahan yen yang meningkatkan biaya impor.

Investasi bisnis pulih, tetapi masih di bawah ekspektasi

Di sisi lain, investasi bisnis menunjukkan pemulihan moderat setelah mengalami penurunan pada kuartal sebelumnya.

Belanja modal perusahaan meningkat sekitar 0,2 persen pada kuartal IV 2025, berbalik dari kontraksi sebelumnya.

Baca juga: Ekspor Pertanian Jepang 2025 Rp 176,8 Triliun, Rekor 13 Tahun Beruntun

Namun, angka ini masih lebih rendah dari ekspektasi pasar dan belum cukup kuat untuk menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Reuters mencatat, investasi korporasi hanya sedikit pulih setelah sebelumnya melemah, mencerminkan sikap hati-hati perusahaan dalam melakukan ekspansi di tengah ketidakpastian global dan domestik.

Investasi perusahaan di Jepang sangat dipengaruhi oleh prospek permintaan global, khususnya dari Amerika Serikat (AS) dan China, yang merupakan mitra dagang utama negara tersebut.

Ketidakpastian terkait tarif perdagangan dan perlambatan ekonomi global membuat perusahaan cenderung menunda ekspansi besar.

Baca juga: China Batalkan Seluruh Penerbangan ke Jepang Jelang Imlek

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau