Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Petinggi Bank di Inggris Bakal Rapat, Bahas “Pengganti” Visa dan Mastercard

Kompas.com, 17 Februari 2026, 14:52 WIB
Syakirun Ni'am,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

LONDON, KOMPAS.com - Para petinggi bank di Inggris akan menggelar rapat perdana guna membangun sistem pembayaran alternatif dari sistem pembayaran Visa dan Mastercard pada Kamis (19/2/2026).

Rencana pertemuan itu bergulir di tengah kekhawatiran para bankir atas kemampuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mematikan sistem Visa dan Mastercard di negara tertentu.

Adapun Visa dan Mastercard melayani transaksi elektronik seperti kredit, debit, dan prabayar. Kedua perusahaan itu berbasis di AS.

Baca juga: Mastercard: Masa Depan Pembayaran adalah Kombinasi Online dan Offline

Ilustrasi kartu kredit.PEXELS/PIXABAY Ilustrasi kartu kredit.

Mengutip The Guardian, Selasa (17/2/2026), pertemuan para bankir itu dipimpin CEO bank ternama Inggris, Barclays, Vim Maru.

Forum itu akan mempertemukan sejumlah investor yang akan mendanai perusahaan baru pengganti Visa dan Mastercard.

Keputusan ini ditempuh untuk menjaga perekonomian tetap berjalan meskipun Trump memutuskan mematikan layanan Visa dan Mastercard di Inggris.

Wacana yang didukung pemerintah Inggris ini sebenarnya telah bergulir selama bertahun-tahun.

Baca juga: Visa Catat Lonjakan Penggunaan AI dalam Penipuan Digital

Namun, kebijakan luar negeri Trump yang siap menyerang sekutu NATO menyangkut misi pencaplokan Greenland membuat para bankir semakin khawatir.

Mereka menyadari, ketergantungan yang berlebihan ke perusahaan AS berisiko membahayakan perekonomian di Inggris, khususnya terkait aktivitas transaksi pembayaran.

Regulator Sistem Pembayaran di Inggris melaporkan, pada 2025, sebanyak 95 persen transaksi pembayaran berbasis kartu menggunakan sistem Mastercard dan Visa.

Ilustrasi kartu kredit. FREEPIK/WIRESTOCK Ilustrasi kartu kredit.

Transaksi kartu itu meningkat seiring menurunnya penggunaan uang tunai.

Baca juga: BI: Transaksi QRIS Didominasi UMKM, Volume dan Nilainya Terus Naik

Salah seorang pejabat eksekutif menyebut, jika Trump menghentikan layanan Visa dan Mastercard di Inggris, maka transaksi di negara itu akan kembali ke era 1950 ketika orang-orang hanya menggunakan uang tunai sebagai alat tukar.

“Tentu saja, kita membutuhkan sistem pembayaran yang berdaulat,” kata dia.

Kekhawatiran para bankir itu bukan tanpa alasan. AS sebelumnya pernah memaksa Visa dan Mastercard menghentikan layanan sistem pembayaran di Rusia.

Padahal, 60 persen aktivitas pembayaran di negara itu bergantung pada Visa dan Mastercard.

Baca juga: Ekspansi ke Mata Uang Kripto, Mastercard Bakal Luncurkan Kartu Pembayaran Baru

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau