Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keripik Maicih: Dari Fenomena Lokal Jadi Brand Nasional yang Eksis

Kompas.com, 27 Februari 2026, 13:57 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Keripik pedas Maicih adalah produk camilan yang fenomenal dan banyak diburu pada tahun 2010-an lalu.

Keripik pedas yang notabene merupakan makanan tradisional ini masih bertahan hingga saat ini dan mulai memasuki supermarket hingga waralaba ritel.

Founder Keripik Maicih Reza Nurhilman menceritakan, keripik Maicih lahir dari perjalanannya menjadi seorang pengusaha.

Baca juga: Blok M Hub Gojek Berbenah Jadi Spot Gaul Jakarta, Integrasikan Transportasi, Kuliner, dan UMKM dalam Satu Kawasan

Varian keripik maicih.maicih.co.id Varian keripik maicih.

Keinginan yang besar untuk menjadi seorang pengusaha ternyata telah tertanam dalam diri Reza sejak muda.

Sebagai seorang bungsu dari tiga bersaudara, absennya figur seorang ayah membuat dia merasa kehilangan sosok seorang pemimpin dalam kehidupannya.

Di samping itu, ia menjadi saksi sang ibu harus bekerja keras untuk melindungi anak-anaknya. "Itu yang membuat kami selalu dalam mode survive," ungkap dia ketika ditemui di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Sejak masa remaja, Reza telah berpikir cara untuk mengangkat perekonomian keluarga sehingga memiliki kehidupan yang lebih baik.

Baca juga: Dukung UMKM Naik Kelas, Mulia Boga Raya (KEJU) Gelar Festival Kuliner

Jiwa kewirausahaan Reza mulai tumbuh sejak kelas tiga SMA.

Ia menemukan jiwa bisnisnya dari usaha untuk membuat jaket angkatan yang saat itu sedang jadi tren. "Waktu itu saya cari supplier yang bisa jual harga tertentu, sehingga saya bisa dapat margin di sana," ungkap dia.

Melalui pengalaman tersebut jiwa marketing Reza kian terasah.

Ia lantas mengembangkan diri dengan berjualan baju, jaket, hingga parfum.

Reza Nurhilman, pengusaha muda yang sukses dengan keripik pedas Maicih, mulai merambah sektor properti. Produk perdananya adalah Cipageran Sinergy Cluster.sinergylandproperty Reza Nurhilman, pengusaha muda yang sukses dengan keripik pedas Maicih, mulai merambah sektor properti. Produk perdananya adalah Cipageran Sinergy Cluster.

Baca juga: Berharap Kuliner Indonesia Mendunia, Wamendag: Tidak Hanya Rendang, Nasi Goreng, Sate...

Tunda kuliah hingga kelahiran Maicih

Reza menyampaikan, setelah lulus SMA ia tidak langsung melanjutkan studi ke jenjang kuliah.

Ia berkutat dan menjajal berbagai macam bisnis hingga empat tahun lamanya.

Pada 2009, ia baru memiliki keputusan untuk masuk kuliah.

"Pada 2010, lahirlah Maicih," ucap dia.

Baca juga: Koleksi Penghargaan Bergengsi, Bumi Aki Signature Jadi Destinasi Kuliner Standar Global

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau