JAKARTA, KOMPAS.com - Keripik pedas Maicih adalah produk camilan yang fenomenal dan banyak diburu pada tahun 2010-an lalu.
Keripik pedas yang notabene merupakan makanan tradisional ini masih bertahan hingga saat ini dan mulai memasuki supermarket hingga waralaba ritel.
Founder Keripik Maicih Reza Nurhilman menceritakan, keripik Maicih lahir dari perjalanannya menjadi seorang pengusaha.
Varian keripik maicih.Keinginan yang besar untuk menjadi seorang pengusaha ternyata telah tertanam dalam diri Reza sejak muda.
Sebagai seorang bungsu dari tiga bersaudara, absennya figur seorang ayah membuat dia merasa kehilangan sosok seorang pemimpin dalam kehidupannya.
Di samping itu, ia menjadi saksi sang ibu harus bekerja keras untuk melindungi anak-anaknya. "Itu yang membuat kami selalu dalam mode survive," ungkap dia ketika ditemui di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Sejak masa remaja, Reza telah berpikir cara untuk mengangkat perekonomian keluarga sehingga memiliki kehidupan yang lebih baik.
Baca juga: Dukung UMKM Naik Kelas, Mulia Boga Raya (KEJU) Gelar Festival Kuliner
Jiwa kewirausahaan Reza mulai tumbuh sejak kelas tiga SMA.
Ia menemukan jiwa bisnisnya dari usaha untuk membuat jaket angkatan yang saat itu sedang jadi tren. "Waktu itu saya cari supplier yang bisa jual harga tertentu, sehingga saya bisa dapat margin di sana," ungkap dia.
Melalui pengalaman tersebut jiwa marketing Reza kian terasah.
Ia lantas mengembangkan diri dengan berjualan baju, jaket, hingga parfum.
Baca juga: Berharap Kuliner Indonesia Mendunia, Wamendag: Tidak Hanya Rendang, Nasi Goreng, Sate...
Reza menyampaikan, setelah lulus SMA ia tidak langsung melanjutkan studi ke jenjang kuliah.
Ia berkutat dan menjajal berbagai macam bisnis hingga empat tahun lamanya.
Pada 2009, ia baru memiliki keputusan untuk masuk kuliah.
"Pada 2010, lahirlah Maicih," ucap dia.
Baca juga: Koleksi Penghargaan Bergengsi, Bumi Aki Signature Jadi Destinasi Kuliner Standar Global