Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gen Z dan Tantangan Awal Karier: Lowongan Turun, Persaingan Naik

Kompas.com, 27 Februari 2026, 13:36 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Generasi Z atau Gen Z memasuki dunia kerja dalam lanskap ekonomi global yang dinamis dan penuh tekanan.

Data yang dipublikasikan World Economic Forum (WEF), mengungkap bahwa generasi yang lahir antara 1997 hingga 2012 ini menghadapi tingkat persaingan yang lebih tinggi dibanding pendahulunya, terutama dalam mengakses pekerjaan level awal.

Laporan tersebut mengutip temuan dari Randstad yang menganalisis 126 juta lowongan pekerjaan secara global serta mensurvei 11.250 responden talenta di berbagai negara.

Baca juga: Survei: BNPL Kian Diminati Gen Z dan Milenial, Bank Hadapi Tantangan Loyalitas

Ilustrasi Gen Z iStock Ilustrasi Gen Z

Hasilnya menunjukkan, peluang kerja untuk posisi entry-level mengalami penyusutan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Analisis Randstad mencatat, jumlah lowongan pekerjaan untuk posisi awal karier turun sebesar 29 poin persentase sejak Januari 2024.

Penurunan ini terjadi di tengah kebutuhan talenta yang tetap tinggi di berbagai sektor, sehingga memperketat kompetisi bagi pencari kerja muda.

CEO Randstad Sander van ’t Noordende mengatakan, generasi ini memasuki dunia kerja pada masa perubahan besar.

Baca juga: Survei Glassdoor: 68 Persen Gen Z Tak Tertarik Jadi Manajer

“Masuk ke dunia kerja pada masa perubahan besar. Meski percaya pada kemampuan mereka dan ambisi masa depan, Gen Z menghadapi gangguan teknologi dan ketidakpastian ekonomi,” ujar Van ’t Noordende dalam laporan tersebut.

Mobilitas karier lebih cepat

Selain menghadapi kompetisi yang meningkat, Gen Z juga menunjukkan pola mobilitas kerja yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Data Randstad memperlihatkan, dalam lima tahun pertama karier mereka, rata-rata Gen Z bertahan di satu posisi selama 1,1 tahun.

Ilustrasi pekerja.Dok. Freepik/lookstudio Ilustrasi pekerja.

Angka tersebut jauh lebih singkat dibandingkan generasi milenial yang rata-rata bertahan 1,8 tahun pada tahap awal karier, generasi X selama 2,8 tahun, serta baby boomer selama 2,9 tahun pada fase yang sama.

Baca juga: Studi Randstad: Gen Z Hanya Bertahan 1,1 Tahun di Pekerjaan Pertama

Tingkat perputaran kerja yang lebih cepat ini menggambarkan kecenderungan Gen Z untuk terus mencari peluang baru. Namun, laporan itu juga menunjukkan perpindahan tersebut tidak selalu didorong oleh pencapaian karier ideal.

Hampir separuh responden Gen Z menyatakan bahwa pekerjaan pertama mereka tidak sesuai dengan bayangan mengenai “karier impian”. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara ekspektasi awal dengan realitas pasar kerja yang mereka hadapi.

Di sisi lain, sekitar dua dari lima Gen Z menyatakan mereka mempertimbangkan tujuan jangka panjang saat memutuskan untuk pindah pekerjaan.

Artinya, mobilitas yang tinggi tidak sepenuhnya bersifat impulsif, melainkan tetap mempertimbangkan arah karier.

Baca juga: Gen Z Jadi Akselerator Pertumbuhan E-wallet

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau