Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gen Z dan Tantangan Awal Karier: Lowongan Turun, Persaingan Naik

Kompas.com, 27 Februari 2026, 13:36 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Angka ini memperlihatkan dinamika tenaga kerja muda yang relatif cair. Di tengah keterbatasan lowongan kerja entry-level, Gen Z tetap menunjukkan kecenderungan untuk terus mengeksplorasi peluang baru.

Ilustrasi perempuan yang bekerja keras. Para ahli kesehatan mental mengungkap tujuh kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa mengganggu kebahagiaan dan kualitas hidup.Freepik/DC Studio Ilustrasi perempuan yang bekerja keras. Para ahli kesehatan mental mengungkap tujuh kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa mengganggu kebahagiaan dan kualitas hidup.

Baca juga: Survei Deloitte: Biaya Hidup Jadi Sumber Stres Finansial Gen Z dan Milenial

Menurut Van ’t Noordende, kondisi ini memerlukan respons yang lebih kolaboratif dari pemberi kerja.

“Dalam kondisi kekurangan bakat (talent scarcity), pemberi kerja harus mengambil langkah untuk lebih baik menarik dan mempertahankan talenta muda. Ini berarti mengadopsi pendekatan kolaboratif, bekerja bersama generasi ini untuk menetapkan jalur karier yang inspiratif,” ujar dia.

Tantangan bagi perusahaan

Laporan World Economic Forum tersebut menyoroti sejumlah pendekatan yang dinilai relevan bagi perusahaan untuk merespons dinamika ini.

Pertama, perusahaan didorong untuk merancang jalur karier yang jelas dengan tahapan yang terukur, sehingga talenta muda dapat melihat arah perkembangan profesional mereka.

Baca juga: Job Hopping Jadi Strategi Karier Milenial dan Gen Z, Bukan Sekadar Pindah Kerja

Kedua, investasi dalam pengembangan awal karier, termasuk pelatihan dan pembelajaran berbasis teknologi, dinilai penting untuk meningkatkan retensi karyawan muda.

Ketiga, penerapan metode pembelajaran modern yang memanfaatkan AI dan teknologi digital menjadi bagian dari strategi untuk menyesuaikan kebutuhan generasi digital native.

Langkah-langkah tersebut dinilai dapat membantu perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif, sekaligus menjawab ekspektasi Gen Z terhadap perkembangan karier.

Perubahan lanskap awal karier

Secara keseluruhan, data menunjukkan perjalanan awal karier Gen Z berlangsung di tengah tekanan ganda: berkurangnya lowongan entry-level dan meningkatnya ekspektasi terhadap keterampilan teknologi.

Baca juga: Survei Deloitte: Gen Z dan Milenial Ambisius, tapi Tak Lagi Fokus Jadi Bos

Meskipun generasi ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi terhadap kemampuan mereka serta ambisi masa depan, realitas pasar kerja yang kompetitif dan transformasi digital menghadirkan tantangan tersendiri.

Ilustrasi bekerja di kantor. PEXELS/EDMOND DANTES Ilustrasi bekerja di kantor.

Dengan rata-rata masa kerja 1,1 tahun dalam lima tahun pertama, tingginya angka pencarian kerja aktif sebesar 54 persen, serta penurunan 29 poin persentase lowongan entry-level sejak Januari 2024, lanskap awal karier Gen Z tampak berbeda secara signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Laporan tersebut menegaskan bahwa perubahan ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi dan disrupsi teknologi yang lebih cepat dibanding periode-periode sebelumnya.

“Masuk ke dunia kerja pada masa perubahan besar,” ujar Van ’t Noordende, menggambarkan konteks yang melingkupi generasi ini.

Baca juga: Survei Deloitte: Sukses Karier bagi Gen Z dan Milenial Bukan Naik Jabatan

Data dan temuan tersebut memberikan gambaran mengenai dinamika yang sedang berlangsung di pasar tenaga kerja global, khususnya bagi generasi termuda yang kini mulai mendominasi angkatan kerja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau