Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Keuangan Gen Z dan Milenial: Dari Belanja Impulsif hingga Investasi

Kompas.com, 16 Februari 2026, 17:42 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan lanskap ekonomi digital telah menciptakan dinamika baru dalam perilaku konsumsi generasi muda.

Dua kelompok generasi yang kini mendominasi aktivitas ekonomi global, yakni Gen Z dan milenial, memiliki karakteristik yang berbeda dalam membelanjakan uang, mengelola utang, hingga memanfaatkan instrumen keuangan modern.

Perdebatan tentang generasi mana yang lebih bijak dalam mengelola keuangan semakin relevan seiring meningkatnya daya beli kedua kelompok ini.

Baca juga: Belajar dari Warren Buffett: 5 Pelajaran Uang yang Relevan untuk Gen Z

Ilustrasi Gen Z iStock Ilustrasi Gen Z

Gen Z mulai memasuki usia produktif dan memperoleh pendapatan sendiri, sementara milenial berada pada fase kehidupan yang lebih matang, seperti membeli rumah, mobil, atau membangun keluarga.

Perbedaan tahap kehidupan ini memengaruhi prioritas finansial, cara membelanjakan uang, serta sikap terhadap investasi dan utang.

Daya beli Gen Z terus meningkat

Gen Z kini menjadi kekuatan ekonomi baru yang semakin diperhitungkan oleh pelaku industri global. Berbagai perusahaan bahkan secara khusus merancang produk, aplikasi, dan strategi pemasaran yang menargetkan generasi ini.

Dikutip dari The Financial Express, Senin (16/2/2026), sekitar 44 persen Gen Z secara global melakukan pembelian melalui media sosial, dengan total daya beli mencapai 360 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 6.054 triliun (asumsi kurs Rp 16.819 per dollar AS).

Baca juga: Gen Z dan Milenial Enggan Jadi Bos: Ancaman Krisis Kepemimpinan?

Jumlah tersebut mencerminkan besarnya pengaruh Gen Z terhadap ekonomi digital global, terutama melalui platform e-commerce dan media sosial.

Tidak hanya itu, proyeksi jangka panjang menunjukkan potensi yang jauh lebih besar. Total belanja Gen Z secara global diperkirakan mencapai 12 triliun dollar AS atau setara sekitar Rp 201.828 triliun pada 2030.

Ilustrasi Gen Z, Gen Z mengakses pinjaman online/pinjol. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi Gen Z, Gen Z mengakses pinjaman online/pinjol.

Angka ini menegaskan Gen Z akan menjadi salah satu kelompok konsumen paling dominan dalam dekade mendatang.

Selain itu, Gen Z diperkirakan akan mewakili sekitar 17 persen dari total belanja ritel global pada dekade berikutnya, menurut laporan Afterpay.

Baca juga: Gen Z Sulit Gapai Financial Freedom, Penyebabnya Ternyata Gaji

Dominasi ekonomi digital dan media sosial

Perkembangan teknologi digital menjadi faktor utama yang membedakan perilaku keuangan Gen Z dan milenial.

Gen Z tumbuh sepenuhnya di era internet dan smartphone, sehingga sangat terbiasa dengan transaksi digital. Platform pembayaran digital, e-commerce, dan media sosial menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari mereka.

Generasi ini hidup melalui perangkat digital dan tidak memiliki kesenjangan digital seperti generasi sebelumnya.

Kemudahan akses teknologi ini membuat proses belanja menjadi lebih cepat, mudah, dan sering kali impulsif.

Baca juga: Bukan Soal Gaji Besar: Strategi Kaya ala Robert Kiyosaki untuk Gen Z

Sebagai contoh, layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater menjadi sangat populer di kalangan Gen Z. Menurut laporan GWI, Gen Z sangat bergantung pada layanan BNPL untuk membiayai pembelian mereka.

Skema ini memungkinkan konsumen membeli barang tanpa membayar penuh di awal, tetapi dengan cicilan bulanan.

Fleksibilitas pembayaran ini memudahkan Gen Z untuk mengakses berbagai produk, termasuk barang premium, meskipun pendapatan mereka belum stabil.

Perbedaan pola konsumsi: Gen Z lebih impulsif

Meskipun Gen Z memiliki daya beli yang besar, penelitian menunjukkan bahwa mereka cenderung melakukan pembelian impulsif lebih sering dibandingkan milenial.

Ilustrasi gen Z dan milenialFREEPIK Ilustrasi gen Z dan milenial

Baca juga: Gen Z Cenderung Paling Kurang Bahagia di Tempat Kerja

Hampir 90 persen Gen Z dan milenial melakukan pembelian impulsif secara online, tetapi Gen Z melakukannya lebih sering, terutama untuk barang dengan harga lebih rendah. Hal ini berkaitan dengan karakteristik pendapatan Gen Z yang masih relatif tidak stabil.

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau