Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei: Milenial dan Gen Z Stres di Tempat Kerja, Tekanan Finansial Pemicunya

Kompas.com, 17 Februari 2026, 16:27 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesehatan mental di tempat kerja menjadi salah satu isu paling krusial bagi generasi milenial dan Gen Z, terutama di tengah tekanan biaya hidup, ekspektasi karier, dan perubahan besar dalam dunia kerja.

Survei global yang dilkaukan Deloitte menunjukkan, kesejahteraan mental kini menjadi faktor utama yang memengaruhi kebahagiaan, produktivitas, dan keputusan karier kedua generasi tersebut.

Generasi milenial dan Gen Z diproyeksikan akan mendominasi tenaga kerja global. Deloitte mencatat, kedua generasi ini diperkirakan akan mencakup 74 persen tenaga kerja dunia pada 2030.

Baca juga: Gagal Bayar Pinjol: dari Beban Bunga hingga Tekanan Mental

Ilustrasi kesehatan mental.Medio Ilustrasi kesehatan mental.

Mereka membawa nilai, ekspektasi, dan prioritas yang berbeda dibanding generasi sebelumnya, termasuk fokus yang lebih kuat pada keseimbangan hidup dan kesehatan mental.

Survei bertajuk Deloitte Global Gen Z and Millennial Survey 2025 melibatkan 23.482 responden dari 44 negara.

Hasilnya menunjukkan, kesejahteraan mental kini tidak lagi dianggap sebagai aspek sekunder, melainkan menjadi bagian inti dari pengalaman kerja dan kepuasan karier.

Tingkat kesejahteraan mental masih rendah

Survei Deloitte menunjukkan, hanya 52 persen Gen Z dan 58 persen milenial yang menilai kesehatan mental mereka dalam kondisi baik atau sangat baik. Artinya, hampir separuh responden tidak merasa memiliki kesejahteraan mental yang optimal.

Baca juga: Kemenkes Edukasi Pentingnya Jaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja

Selain itu, tingkat stres dan kecemasan juga tinggi. Sebanyak 40 persen Gen Z dan 34 persen milenial mengatakan mereka merasa stres atau cemas sepanjang waktu atau sebagian besar waktu.

Faktor penyebab Sunday scaries.Pexels/Energepic Faktor penyebab Sunday scaries.

Di antara kelompok tersebut, sekitar sepertiga menyebut pekerjaan sebagai sumber utama stres mereka.

Survei tersebut mengidentifikasi sejumlah faktor utama yang memicu stres dan kecemasan, antara lain sebagai berikut.

  • Masa depan finansial jangka panjang
  • Kondisi keuangan sehari-hari
  • Kesehatan dan kesejahteraan keluarga
  • Hubungan personal
  • Kesehatan mental dan fisik
  • Tekanan pekerjaan

Baca juga: Mengenal Bahaya Judi Online, dari Ketergantungan sampai Ganggu Kesehatan Mental

Lebih dari 30 persen responden menyebut pekerjaan secara langsung berkontribusi signifikan terhadap tingkat stres mereka.

Masalah kesehatan mental juga menjadi salah satu kekhawatiran sosial terbesar. Gen Z menempatkan kesehatan mental sebagai kekhawatiran terbesar kedua setelah biaya hidup, sementara milenial menempatkannya sebagai kekhawatiran keempat.

Tekanan finansial menjadi pemicu utama stres mental

Tekanan finansial menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi kesehatan mental kedua generasi tersebut. Survei Deloitte menemukan, hampir separuh Gen Z (48 persen) dan milenial (46 persen) tidak merasa aman secara finansial.

Selain itu, lebih dari setengah responden hidup dari gaji ke gaji. Sekitar 52 persen Gen Z dan milenial mengaku hidup dalam kondisi tersebut, sementara lebih dari sepertiga kesulitan membayar biaya hidup setiap bulan.

Baca juga: Studi: Stres Finansial Sebabkan Penuaan Mental dan Fisik Lebih Cepat

Kekhawatiran finansial ini secara langsung berdampak pada kesehatan mental. Deloitte mencatat, lebih dari delapan dari 10 responden mengatakan kondisi finansial jangka panjang dan keuangan sehari-hari berkontribusi terhadap stres mereka.

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau