Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei: Milenial dan Gen Z Stres di Tempat Kerja, Tekanan Finansial Pemicunya

Kompas.com, 17 Februari 2026, 16:27 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Seorang responden Gen Z mengatakan tekanan biaya hidup memengaruhi kondisi mentalnya.

IlustrasiFREEPIK Ilustrasi

“Cicilan perumahan saya telah meningkat beberapa kali tahun ini dan harga bahan makanan menjadi sangat mahal. Tanpa kenaikan gaji, saya harus menggunakan sebagian besar gaji dua mingguan saya untuk membayar tagihan dan bahan makanan, dan saya tidak dapat menabung sebanyak yang saya butuhkan,” kata responden perempuan Gen Z.

Responden milenial lainnya juga menyoroti dampak tekanan ekonomi terhadap kesehatan mental.

Baca juga: Dukung Kesehatan Mental, FWD Insurance Hadirkan Layanan Gratis FWD Mind Strength

“Biaya hidup terkait dengan banyak faktor yang secara langsung memengaruhi kebutuhan sehari-hari serta kesehatan fisik dan mental warga. Inflasi dan kenaikan harga membebani rumah tangga, terutama mereka yang berpenghasilan rendah, dan akibatnya mereka kekurangan kebutuhan pokok. Selain itu, kenaikan biaya hidup juga berdampak buruk pada kesehatan mental karena orang-orang khawatir tentang kelangsungan hidup mereka sendiri dan masa depan anak-anak mereka,” ujar responden milenial laki-laki.

Hubungan langsung antara kesejahteraan mental dan kebahagiaan kerja

Kesejahteraan mental memiliki korelasi langsung dengan tingkat kebahagiaan di tempat kerja. Deloitte menemukan di antara Gen Z yang memiliki kesehatan mental baik, sebanyak 62 persen merasa bahagia.

Namun angka tersebut turun drastis menjadi hanya 19 persen di antara mereka yang memiliki kesehatan mental buruk.

Pola serupa terlihat pada milenial. Sebanyak 67 persen milenial dengan kesehatan mental baik merasa bahagia, dibandingkan hanya 20 persen dari mereka yang memiliki kesehatan mental buruk.

Baca juga: Quiet Promotions, Fenomena Promosi Tanpa Kenaikan Gaji yang Picu Burnout

Survei juga menunjukkan dukungan organisasi terhadap kesehatan mental memainkan peran penting.

Gen Z dan milenial yang merasa perusahaan mendukung kesehatan mental mereka lebih mungkin melaporkan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi.

Selain itu, kepuasan terhadap work-life balance dan peluang pengembangan karier juga berkorelasi kuat dengan kesejahteraan mental yang lebih baik.

Zodiak yang Rentan Burnout di Kantorfreepik Zodiak yang Rentan Burnout di Kantor

Lingkungan kerja menjadi faktor penting dalam kesehatan mental

Lingkungan kerja menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kesehatan mental Gen Z dan milenial.

Baca juga: Ironi Pekerja Indonesia: Bahagia tetapi Dihantui Burnout

Deloitte mencatat, jam kerja panjang, kurangnya pengakuan, dan lingkungan kerja yang tidak sehat menjadi pemicu stres utama bagi kedua generasi tersebut.

Gen Z dan milenial juga merasa manajer mereka belum sepenuhnya mendukung kesejahteraan mental. Mereka berharap manajer dapat memberikan bimbingan, dukungan, dan membantu menjaga keseimbangan hidup dan kerja.

Namun, banyak responden merasa manajer lebih fokus pada pengawasan tugas sehari-hari daripada mendukung pengembangan dan kesejahteraan karyawan.

Seorang responden Gen Z menggambarkan dampak kepemimpinan terhadap kesejahteraan mental dan perkembangan profesionalnya.

Baca juga: Fresh Graduate, Pahami Soal Burnout dan Budaya Kerja

Halaman:


Terkini Lainnya
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau