Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi Randstad: Gen Z Hanya Bertahan 1,1 Tahun di Pekerjaan Pertama

Kompas.com, 24 Februari 2026, 10:34 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan lanskap pasar tenaga kerja global semakin terasa bagi generasi termuda di dunia kerja.

Laporan dari Randstad berjudul The Gen Z Workplace Blueprint: Future Focused, Fast Moving memotret bagaimana Gen Z, yang lahir antara 1997 hingga 2007, membangun karier di tengah penurunan lowongan kerja entry-level, percepatan adopsi teknologi, dan perubahan ekspektasi terhadap pekerjaan.

Studi ini melibatkan 11.250 responden di 15 pasar global serta analisis lebih dari 126 juta lowongan pekerjaan di seluruh dunia.

Baca juga: Gen Z Jadi Akselerator Pertumbuhan E-wallet

Ilustrasi Gen Z.Dok. Freepik/Freepik Ilustrasi Gen Z.

Temuan-temuan di dalamnya menggambarkan dinamika awal karier Gen Z yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Rata-rata bertahan 1,1 tahun

Salah satu temuan utama laporan tersebut adalah durasi rata-rata Gen Z bertahan dalam satu pekerjaan pada lima tahun pertama kariernya hanya 1,1 tahun.

Angka ini jauh lebih rendah dibanding generasi sebelumnya. Generasi milenial rata-rata bertahan 1,8 tahun, Gen X 2,8 tahun, dan Baby Boomers 2,9 tahun pada fase awal karier mereka.

Data ini menunjukkan mobilitas kerja generasi Z jauh lebih tinggi. Namun, laporan tersebut menekankan fenomena ini tidak serta-merta mencerminkan rendahnya loyalitas, melainkan berkaitan dengan aspirasi pertumbuhan.

Baca juga: Survei: 46 Persen Gen Z Pilih Stabilitas Finansial Ketimbang Cinta

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa generasi Z bergerak lebih cepat ketika mereka tidak melihat jalur perkembangan karier yang jelas.

Sekitar satu dari tiga pekerja Gen Z menyatakan berencana pindah pekerjaan dalam 12 bulan ke depan.

Alasan utamanya bukan hanya kompensasi, tetapi juga kurangnya perkembangan karier dan tujuan pekerjaan yang jelas.

Ilustrasi lowongan kerja. FREEPIK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi lowongan kerja.

Lowongan kerja entry-level turun 29 persen

Mobilitas tinggi tersebut terjadi di tengah perubahan struktural pada pasar kerja.

Baca juga: Survei Ungkap, Gen Z Jadi Generasi Paling Kesepian di Kantor

Analisis terhadap 126 juta lowongan pekerjaan menunjukkan posisi entry-level (nol sampai 2 tahun pengalaman) mengalami penurunan 29 persen poin sejak Januari 2024.

Penurunan ini terjadi di berbagai sektor. Industri teknologi mencatat penurunan 35 persen, logistik 25 persen, dan keuangan 24 persen.

Artinya, pintu masuk ke dunia kerja formal semakin menyempit. Bagi Gen Z, akses terhadap pekerjaan pertama tidak lagi seluas generasi sebelumnya.

Laporan tersebut menunjukkan di banyak industri, pekerjaan awal yang sebelumnya menjadi batu loncatan karier kini berkurang, baik karena otomatisasi, restrukturisasi organisasi, maupun efisiensi berbasis teknologi.

Baca juga: Survei Global: Gen Z dan Milenial Terjebak Overwork, 4 dari 10 Mengaku Stres

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau