Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan lanskap pasar tenaga kerja global semakin terasa bagi generasi termuda di dunia kerja.
Laporan dari Randstad berjudul The Gen Z Workplace Blueprint: Future Focused, Fast Moving memotret bagaimana Gen Z, yang lahir antara 1997 hingga 2007, membangun karier di tengah penurunan lowongan kerja entry-level, percepatan adopsi teknologi, dan perubahan ekspektasi terhadap pekerjaan.
Studi ini melibatkan 11.250 responden di 15 pasar global serta analisis lebih dari 126 juta lowongan pekerjaan di seluruh dunia.
Baca juga: Gen Z Jadi Akselerator Pertumbuhan E-wallet
Ilustrasi Gen Z.Temuan-temuan di dalamnya menggambarkan dinamika awal karier Gen Z yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Salah satu temuan utama laporan tersebut adalah durasi rata-rata Gen Z bertahan dalam satu pekerjaan pada lima tahun pertama kariernya hanya 1,1 tahun.
Angka ini jauh lebih rendah dibanding generasi sebelumnya. Generasi milenial rata-rata bertahan 1,8 tahun, Gen X 2,8 tahun, dan Baby Boomers 2,9 tahun pada fase awal karier mereka.
Data ini menunjukkan mobilitas kerja generasi Z jauh lebih tinggi. Namun, laporan tersebut menekankan fenomena ini tidak serta-merta mencerminkan rendahnya loyalitas, melainkan berkaitan dengan aspirasi pertumbuhan.
Baca juga: Survei: 46 Persen Gen Z Pilih Stabilitas Finansial Ketimbang Cinta
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa generasi Z bergerak lebih cepat ketika mereka tidak melihat jalur perkembangan karier yang jelas.
Sekitar satu dari tiga pekerja Gen Z menyatakan berencana pindah pekerjaan dalam 12 bulan ke depan.
Alasan utamanya bukan hanya kompensasi, tetapi juga kurangnya perkembangan karier dan tujuan pekerjaan yang jelas.
Ilustrasi lowongan kerja. Mobilitas tinggi tersebut terjadi di tengah perubahan struktural pada pasar kerja.
Baca juga: Survei Ungkap, Gen Z Jadi Generasi Paling Kesepian di Kantor
Analisis terhadap 126 juta lowongan pekerjaan menunjukkan posisi entry-level (nol sampai 2 tahun pengalaman) mengalami penurunan 29 persen poin sejak Januari 2024.
Penurunan ini terjadi di berbagai sektor. Industri teknologi mencatat penurunan 35 persen, logistik 25 persen, dan keuangan 24 persen.
Artinya, pintu masuk ke dunia kerja formal semakin menyempit. Bagi Gen Z, akses terhadap pekerjaan pertama tidak lagi seluas generasi sebelumnya.
Laporan tersebut menunjukkan di banyak industri, pekerjaan awal yang sebelumnya menjadi batu loncatan karier kini berkurang, baik karena otomatisasi, restrukturisasi organisasi, maupun efisiensi berbasis teknologi.
Baca juga: Survei Global: Gen Z dan Milenial Terjebak Overwork, 4 dari 10 Mengaku Stres