Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi Randstad: Gen Z Hanya Bertahan 1,1 Tahun di Pekerjaan Pertama

Kompas.com, 24 Februari 2026, 10:34 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Mobilitas sebagai respons atas perubahan

CEO Randstad Sander van ’t Noordende menyampaikan, Gen Z memasuki dunia kerja di tengah transformasi besar.

Ilustrasi bekerja di kantor. PEXELS/THIRDMAN Ilustrasi bekerja di kantor.

Gen Z memasuki dunia kerja di tengah transformasi, bukan hanya menanggapi perubahan, tetapi juga mendorongnya. Mereka ambisius, mudah beradaptasi, dan mencari pertumbuhan," tutur van 't Noordende.

Baca juga: Survei Deloitte: Sukses Karier bagi Gen Z dan Milenial Bukan Naik Jabatan

"Perusahaan yang ingin mempertahankan mereka harus memikirkan kembali cara mereka merancang karier awal dan membangun kepercayaan melalui tujuan dan kemajuan," imbuh dia.

Pernyataan tersebut menegaskan mobilitas Gen Z terjadi dalam konteks perubahan struktural yang lebih luas, termasuk transformasi digital, perubahan model bisnis, serta dinamika global pascapandemi.

Menurut laporan tersebut, perusahaan yang ingin mempertahankan talenta Gen Z perlu merancang ulang peran entry-level agar menjadi batu loncatan pertumbuhan yang nyata, bukan sekadar posisi administratif awal.

Tantangan awal karier

Dengan berkurangnya lowongan kerja entry-level dan meningkatnya ekspektasi terhadap keterampilan digital, generasi Z menghadapi tantangan ganda.

Baca juga: Survei: Milenial dan Gen Z Stres di Tempat Kerja, Tekanan Finansial Pemicunya

Di satu sisi, mereka dituntut memiliki kemampuan teknologi dan adaptasi tinggi. Di sisi lain, akses terhadap pengalaman kerja formal pertama menjadi lebih terbatas.

Laporan tersebut menunjukkan percepatan otomatisasi dan penggunaan AI berkontribusi terhadap penyusutan beberapa peran awal yang sebelumnya menjadi titik masuk karier.

Situasi ini mendorong Gen Z untuk lebih proaktif membangun kompetensi secara mandiri, termasuk melalui kursus daring, proyek independen, dan pengalaman kerja fleksibel.

Rekomendasi untuk pemberi kerja

Dalam laporan tersebut, Randstad mengidentifikasi beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan pemberi kerja atau perusahaan.

  • Mendesain ulang pekerjaan entry-level sebagai jalur perkembangan yang jelas.
  • Membangun kepercayaan melalui transparansi jalur karier dan tujuan organisasi.
  • Memastikan akses pelatihan, terutama dalam teknologi dan AI, tersedia secara merata.

Ilustrasi bekerja.PEXELS/PAVEL DANILYUK Ilustrasi bekerja.

Baca juga: 57 Persen Gen Z Pilih Side Hustle, Tak Lagi Kejar Jabatan Tinggi

Pendekatan ini dinilai penting untuk menjembatani kesenjangan antara ekspektasi generasi Z dan realitas pasar kerja.

Perubahan paradigma karier

Temuan dalam The Gen Z Workplace Blueprint menunjukkan pola karier Gen Z cenderung lebih dinamis dan non-linear dibanding generasi sebelumnya.

Durasi kerja yang lebih pendek, kecenderungan memiliki lebih dari satu sumber penghasilan, serta penggunaan AI dalam pengembangan diri menjadi ciri utama.

Namun, dinamika tersebut berlangsung di tengah pasar kerja yang mengalami kontraksi pada level awal, sehingga kompetisi untuk mendapatkan pengalaman pertama semakin ketat.

Baca juga: Conscious unbossing dan Krisis Regenerasi: Saat Gen Z Menolak Jadi Bos

Laporan tersebut menekankan, perubahan ini bukan sekadar persoalan preferensi individu, melainkan hasil interaksi antara aspirasi generasi baru dan transformasi struktural pasar tenaga kerja global.

Dengan analisis berbasis jutaan data lowongan kerja dan ribuan responden lintas negara, Randstad memotret Gen Z sebagai tenaga kerja yang ambisius, adaptif, dan berorientasi pada pertumbuhan, di tengah lingkungan kerja yang terus berubah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau