Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

57 Persen Gen Z Pilih Side Hustle, Tak Lagi Kejar Jabatan Tinggi

Kompas.com, 17 Februari 2026, 15:20 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber Forbes

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan mendasar sedang terjadi dalam cara generasi muda memandang karier.

Jika selama beberapa dekade kesuksesan profesional identik dengan naik jabatan hingga mencapai posisi manajerial atau eksekutif, kini semakin banyak pekerja muda yang menempuh jalur berbeda.

Alih-alih mengejar jabatan tinggi di perusahaan, Gen Z justru membangun berbagai sumber penghasilan secara paralel melalui side hustle atau pekerjaan sampingan.

Baca juga: Ekonomi Bandara Berubah: Gen Z dan Milenial Jadi Konsumen Utama Duty Free

Ilustrasi pekerja lepas. DOK. pexels/fauxels. Ilustrasi pekerja lepas.

Data terbaru menunjukkan pergeseran ini bukan sekadar tren sementara, melainkan perubahan struktural dalam strategi ekonomi dan karier generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z).

Fenomena ini berkaitan dengan faktor ekonomi, teknologi, hingga perubahan nilai dan persepsi terhadap stabilitas kerja.

"Kita telah mengganti jenjang karier yang kaku dengan pijakan karier, jalur di mana kita dapat melompat ke peluang apa pun yang paling sesuai saat ini," kata Morgan Sanner, pakar karier Gen Z di Glassdoor.

Bagi generasi ini, kesuksesan berarti menciptakan keseimbangan, keamanan, dan kendali atas pendakian karier yang lebih tinggi di dalam satu organisasi.

Baca juga: Conscious unbossing dan Krisis Regenerasi: Saat Gen Z Menolak Jadi Bos

Mayoritas Gen Z punya side hustle

Dikutip dari Forbes, Selasa (17/2/2026), survei terbaru yang dilakukan Harris Poll menunjukkan side hustle telah menjadi bagian penting dari strategi karier Gen Z.

Sebanyak 57 persen pekerja Gen Z memiliki pekerjaan sampingan, lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya seperti milenial (48 persen), Gen X (31 persen), dan baby boomer (21 persen).

Angka ini menegaskan, bagi generasi muda, side hustle bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi telah menjadi komponen inti dari perencanaan karier mereka.

Ilustrasi Gen Z.Dok. Freepik/Freepik Ilustrasi Gen Z.

Menurut laporan tersebut, bagi banyak pekerja Gen Z, side hustle tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan tambahan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperoleh otonomi, kreativitas, dan ekspresi diri yang sering kali tidak tersedia dalam pekerjaan formal.

Baca juga: Tren Keuangan Gen Z dan Milenial: Dari Belanja Impulsif hingga Investasi

Fenomena ini menunjukkan perubahan cara generasi muda mendefinisikan ambisi.

Jika generasi sebelumnya memandang kesuksesan sebagai proses linear, dimulai dari posisi entry-level hingga akhirnya mencapai jabatan tinggi, Gen Z justru melihat kesuksesan sebagai proses membangun portofolio karier yang beragam.

Dalam banyak kasus, pekerjaan utama hanya berfungsi sebagai fondasi finansial untuk mendukung aktivitas sampingan yang lebih fleksibel dan sesuai minat mereka.

9-to-5 funds the 5-to-9”: cara baru memahami karier

Perubahan cara pandang ini tercermin dalam ungkapan populer di kalangan Gen Z, yakni the 9-to-5 funds the 5-to-9, yang berarti pekerjaan utama digunakan untuk mendukung usaha atau proyek pribadi di luar jam kerja.

Baca juga: Belajar dari Warren Buffett: 5 Pelajaran Uang yang Relevan untuk Gen Z

Konsep ini menandai pergeseran signifikan dari paradigma lama yang mengandalkan loyalitas terhadap satu perusahaan sebagai jalan utama menuju stabilitas ekonomi.

Sebaliknya, Gen Z cenderung membangun berbagai sumber penghasilan secara bersamaan sebagai bentuk diversifikasi risiko dan peluang.

Sejumlah ekonom menyebut fenomena ini sebagai portfolio career, yakni pendekatan karier di mana seseorang menggabungkan pekerjaan tetap dengan aktivitas lain seperti freelance, konsultasi, bisnis kecil, atau produk digital.

Pendekatan ini memberi fleksibilitas sekaligus keamanan finansial yang tidak sepenuhnya bergantung pada satu pemberi kerja.

Baca juga: Bukan Soal Gaji Besar: Strategi Kaya ala Robert Kiyosaki untuk Gen Z

Ilustrasi bekerja.PEXELS/PAVEL DANILYUK Ilustrasi bekerja.

Ketidakpastian ekonomi dan teknologi mendorong diversifikasi pendapatan

Salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya side hustle adalah ketidakpastian ekonomi dan perubahan teknologi, terutama perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau