JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penumpang kereta api mencapai 48,10 juta orang pada Januari 2026.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik atau BPS Ateng Hartono, mengatakan, jumlah penumpang itu naik 10,94 persen dibandingkan Januari 2025.
“Pada Januari 2026, jumlah penumpang angkutan kereta mencapai 48,10 juta orang,” kata Ateng dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (2/23/2026).
Baca juga: Angkutan Lebaran 2026, Kemenhub Siapkan Strategi Ini untuk Cegah Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan
Ilustrasi pesawat.Kenaikan juga tercatat pada moda transportasi udara internasional naik 2,04 persen atau 1,77 juta orang dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Sementara, jumlah keberangkatan penumpang pesawat domestik justru turun 3,33 persen di angka 4,92 juta orang.
Penurunan juga terjadi pada angkutan laut domestik menjadi 2,61 juta orang atau berkurang 0,55 persen.
Lalu, penumpang Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) tercatat merosot 3,67 persen menjadi 4,29 juta orang.
Baca juga: Angkutan Lebaran 2026, Menhub Minta Maskapai Tidak Turunkan Standar Keselamatan
Tren penurunan tidak hanya terjadi pada angkutan penumpang.
BPS mencatat, jumlah barang yang diangkut menggunakan kapal laut juga turun 1,05 persen menjadi 37,49 juta ton dibanding Januari tahun lalu.
Selain kapal, jumlah barang yang diangkut menggunakan kereta api juga turun 7,90 persen menjadi 5,33 juta ton.
“jumlah barang yang diangkut angkutan udara domestik tercatat 53,0 ribu ton atau turun 13,01 persen dibandingkan Januari 2025,” kata Ateng.
Baca juga: Pembatasan Angkutan Barang 16 Hari Dinilai Bantu Urai Kemacetan Mudik Lebaran 2026
Untuk diketahui, tingkat penggunaan transportasi umum pada Januari dipengaruhi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Berdasarkan laporan Kementerian Perhubungan, sebanyak 17,18 juta orang diperkirakan mengikuti mudik Nataru pada hari puncak pada 24 Desember 2025.
Puncak arus balik terjadi pada 2 Januari dengan pergerakan 20,81 juta orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang