Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fit and Proper Test di DPR, Friderica Paparkan 8 Kebijakan Prioritas OJK

Kompas.com, 11 Maret 2026, 11:33 WIB
Suparjo Ramalan ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, memaparkan delapan kebijakan prioritas sebagai arsitektur strategis penguatan sektor jasa keuangan nasional.

Hal itu ia sampaikan saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI, Rabu (11/3/2026).

Uji kelayakan dan kepatutan tersebut digelar Komisi XI DPR RI terhadap sepuluh calon anggota Dewan Komisioner OJK untuk mengisi lima posisi pimpinan, yakni Ketua Dewan Komisioner, Wakil Ketua Dewan Komisioner, Kepala Eksekutif Pasar Modal, Kepala Eksekutif Aset Digital, serta Kepala Eksekutif Perlindungan Konsumen untuk masa jabatan lima tahun ke depan.

Baca juga: Bakal Fit and Proper Test Hari Ini, Ekonom: Kita Perlu Pemimpin OJK yang Merangkul Publik

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua dan Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi ketika ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2/2026).KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Pelaksana Tugas (Plt) Ketua dan Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi ketika ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2/2026).

Saat membuka paparannya, Friderica menekankan OJK ke depan harus mampu menjaga stabilitas, memulihkan kepercayaan publik, sekaligus membuat sektor jasa keuangan lebih kontributif terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Ia memandang di tengah dinamika ekonomi global, perekonomian Indonesia dan sektor jasa keuangan nasional sejauh ini masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik, pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga.

Kemudian sektor perbankan masih solid.

Pertumbuhan kredit perbankan tercatat sebesar 9,63 persen.

Baca juga: Hari Ini Fit and Proper Test 10 Kandidat Pimpinan OJK, Simak Jadwalnya

Di saat yang sama, permodalan perbankan juga kuat dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 25,89 persen.

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) juga disebut tetap terjaga di level 2,05 persen, sedangkan likuiditas perbankan masih berada dalam kondisi yang cukup memadai.

“Kinerja sektor perbankan juga tetap solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 9,63 persen. Permodalan perbankan masih sangat kuat dengan CAR sebesar 25,89 persen, rasio kredit bermasalah tetap terjaga sebesar 2,05 persen dan likuiditas perbankan juga,” ujar Friderica.

Ilustrasi keuangan digital. Terjadi pergeseran industri keuangan global menuju pasar privat.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi keuangan digital. Terjadi pergeseran industri keuangan global menuju pasar privat.

Tak hanya perbankan, Friderica menilai ketahanan sektor industri keuangan non-bank masih cukup baik.

Baca juga: Purbaya Sebut Gejolak Ini yang Bikin Seleksi Pimpinan OJK Dipercepat

Hal itu terlihat dari rasio risk-based capital industri asuransi yang masih berada di atas batas ketentuan yang ditetapkan regulator.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ketahanan tersebut tidak boleh membuat sektor jasa keuangan lengah.

Menurutnya, ada berbagai tantangan strategis yang harus diantisipasi OJK ke depan, baik yang berasal dari faktor global, domestik, maupun tantangan internal lembaga itu sendiri.

“Namun demikian tentunya meskipun menunjukkan ketahanan yang baik, kita melihat berbagai tantangan strategis yang perlu kita antisipasi ke depan,” paparnya.

Baca juga: Jelang Lebaran 2026, OJK Prediksi Pinjol hingga Gadai Makin Laris

Dari sisi global, ia menyoroti meningkatnya fragmentasi geopolitik yang mempengaruhi sektor jasa keuangan dunia, termasuk Indonesia.

Selain itu, disrupsi dan digitalisasi di sektor keuangan juga terus berkembang cepat, diiringi dengan meningkatnya risiko perubahan iklim serta lonjakan kejahatan keuangan digital yang dampaknya sudah mulai dirasakan di dalam negeri.

Sementara dari sisi domestik, menurunnya kepercayaan publik, terutama setelah dinamika yang terjadi di pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Selain itu, kompleksitas produk dan konglomerasi keuangan, kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional, serta kondisi sektor keuangan Indonesia yang dinilai belum cukup dalam juga menjadi tantangan serius yang harus dijawab.

Baca juga: Bisnis Bullion Masih Sepi Peminat, OJK Ungkap Penyebabnya

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau