JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memastikan tetap akan menerbitkan obligasi pada Semester II 2026, meskipun perseroan berpotensi memperoleh tambahan likuiditas dari penempatan dana pemerintah di bank-bank Himbara.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, rencana penerbitan obligasi tetap dijalankan sesuai strategi pendanaan perusahaan. Instrumen ini dinilai memiliki fungsi yang berbeda dibandingkan penempatan dana pemerintah.
“Bond tetap. Karena bukan masalah rupiahnya, yang panjang dengan yang pendek kan nggak bisa saling menggantikan sebenarnya,” ujar Nixon saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
“Karena peruntukannya beda dan aset liability manajemennya juga, cara pricing-nya, risiko suku bunga itu beda,” lanjut dia.
Baca juga: BTN Siapkan Dividen Rp 1,05 Triliun, Likuiditas Jadi Sorotan
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu saat Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 di Ballroom Menara 1 BTN, Jakarta, Jumat (13/3/2026).Karena perbedaan karakter tersebut, kedua sumber dana tersebut tidak bisa saling menggantikan. Oleh sebab itu, BTN tetap menjalankan rencana penerbitan obligasi meskipun likuiditas perseroan saat ini masih relatif memadai.
“Tetap (akan diterbitkan), tapi mungkin Semester II lah ya karena sekarang masih cukup likuid lah,” kata Nixon.
Sebagai informasi, BTN berencana menghimpun dana sebesar Rp 6 triliun pada tahun ini melalui dua aksi korporasi. Rinciannya, perseroan akan menerbitkan modal tier II senilai Rp 2 triliun serta menerbitkan obligasi sebesar Rp 4 triliun.
Baca juga: BTN Incar Tambahan Likuiditas Rp 12,5 Triliun dari Pemerintah
Di sisi lain, BTN juga berharap dapat memperoleh tambahan penempatan dana dari pemerintah untuk memperkuat likuiditas penyaluran kredit.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyampaikan rencana penambahan penempatan dana sebesar Rp 100 triliun ke bank-bank Himbara. Kebijakan ini melanjutkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun pada September 2025.
Pada penempatan dana sebelumnya, BTN memperoleh likuiditas sebesar Rp 25 triliun yang kemudian disalurkan menjadi kredit. Perseroan berharap pemerintah dapat menambah penempatan dana sekitar Rp 12,5 triliun.
“Kita senang dan berharap dapat juga lah ya. Ya kita ada ngusulin setengah dari kemarin lah,” kata Nixon.
Namun demikian, Nixon menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah. Apabila memperoleh tambahan penempatan dana, BTN akan menyalurkannya untuk pembiayaan sektor perumahan.
“Ya masih majority perumahan, pendukung perumahan, berbagai program yang lagi jalan yang bagus sekarang,” tukasnya.
Baca juga: BTN (BBTN) Siapkan Uang Tunai Rp 23,18 Triliun untuk Lebaran 2026
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang