Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudik Lebaran 2026, Pengiriman Hewan Peliharaan KALOG Express Tembus 10.874 Ekor

Kompas.com, 16 Maret 2026, 17:54 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Memasuki periode puncak arus mudik Lebaran 2026, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat adanya peningkatan pengiriman hewan peliharaan melalui layanan ritel KALOG Express.

Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang turut membawa atau mengirimkan hewan kesayangan ke kampung halaman selama momentum Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.

Manager Marketing & Sales Courier KAI Logistik Ayi Suryandi mengatakan, hingga minggu ketiga Ramadhan, perusahaan telah mengirimkan sebanyak 10.874 hewan peliharaan.

Baca juga: Jelang Puncak Mudik, Pengiriman Sepeda Motor via KAI Logistik Naik 5 Persen

KAI Logistik melalui KALOG Express melayani pengiriman hewan peliharaan. DOK. KAI LOGISTIK KAI Logistik melalui KALOG Express melayani pengiriman hewan peliharaan.

Jumlah tersebut setara dengan rerata 518 hewan per hari atau meningkat sekitar 6 persen dibandingkan rerata harian normal yang berada di kisaran 487 hewan per hari.

Menurut dia, tren minat pengiriman hewan peliharaan melalui layanan KALOG Express semakin terlihat saat memasuki minggu kedua dan ketiga Ramadhan.

“Seiring semakin dekatnya periode Idul Fitri, KAI Logistik mencatat rerata pengiriman di minggu ketiga Ramadhan mencapai sekitar 523 hewan peliharaan per hari, atau meningkat sekitar 7 persen dibandingkan rerata harian pada hari biasa, serta tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan pada momen awal Ramadhan,” ujar Ayi dalam siaran pers, Senin (16/3/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan masyarakat mulai mempersiapkan perjalanan mudik sekaligus memastikan hewan peliharaan mereka dapat tetap bersama keluarga di kampung halaman atau tiba lebih dulu di kota tujuan.

Baca juga: KAI Logistik Perkuat Distribusi FMCG, Kapasitas Angkut Kontainer Naik Jadi 3.000 TEUs

Rute favorit dan asal pengiriman hewan peliharaan

Ilustrasi kucing di dalam carrier.SHUTTERSTOCK/OLEG BATRAK Ilustrasi kucing di dalam carrier.

Dari sisi rute pengiriman, sejumlah kota menjadi tujuan favorit pengiriman hewan peliharaan, di antaranya Yogyakarta, Bandung, Purwokerto, dan Jakarta.

Sementara itu, pengiriman banyak berasal dari beberapa kota di Jawa Timur seperti Tulungagung, Blitar, dan Jombang yang menjadi titik keberangkatan utama pengiriman hewan peliharaan melalui layanan KAI Logistik.

Jika dibandingkan dengan periode angkutan Lebaran tahun sebelumnya, tren pengiriman tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Pada periode Lebaran tahun lalu (21 Maret hingga 11 April 2025), KAI Logistik mengangkut sebanyak 5.492 hewan peliharaan dengan rerata sekitar 250 hewan per hari.

Baca juga: KAI Logistik Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun di 2026, Naik 119 Persen

Adapun pada periode Ramadhan tahun ini saja, rerata pengiriman telah mencapai lebih dari 500 hewan per hari, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan rerata pengiriman pada periode Lebaran sebelumnya.

“Tren peningkatan pengiriman hewan peliharaan menjelang Idul Fitri tahun ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KALOG Express. Kami memastikan setiap pengiriman dilakukan dengan standar penanganan khusus untuk menjaga keamanan dan kenyamanan hewan selama perjalanan,” kata Ayi.

Ia menjelaskan, KAI Logistik menerapkan prinsip animal welfare melalui pemeriksaan kondisi fisik awal, verifikasi kandang sesuai standar, penempatan di area dengan sirkulasi udara yang baik, serta pelabelan khusus “Live Animal” agar proses penanganan dilakukan lebih hati-hati oleh petugas.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau