Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bear Market Tekan Harga Kripto, Investor Bisa Pakai 5 Strategi Ini

Kompas.com, 17 Maret 2026, 14:34 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bear market merupakan fase penurunan harga yang tidak terhindarkan dalam siklus pasar kripto.

Bagi sebagian investor, kondisi ini kerap memicu kepanikan yang berujung pada keputusan investasi yang merugikan.

Namun, investor yang lebih berpengalaman justru melihat fase ini sebagai peluang untuk menyusun strategi investasi jangka panjang.

Baca juga: Inflasi AS Stabil 2,4 Persen, Pasar Kripto Tunggu Arah Suku Bunga The Fed

Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.

Tim Pintu Academy, platform edukasi dari aplikasi PINTU, memaparkan sejumlah strategi yang dinilai relevan untuk membantu investor bertahan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi siklus pasar berikutnya.

Apa itu bear market?

Dikutip dari keterangan tertulis Pintu Academy, Selasa (17/3/2026), bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset mengalami penurunan signifikan dalam periode yang relatif panjang.

Kondisi ini berbeda dari koreksi jangka pendek, karena bear market biasanya berlangsung berbulan-bulan hingga lebih dari satu tahun dan diiringi sentimen negatif yang meluas di pasar.

Secara umum, fase ini kerap terjadi setelah aset mencetak all-time high (ATH) yang diikuti koreksi akibat reli panjang sebelumnya. Tekanan jual kemudian diperkuat oleh faktor lain seperti kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, maupun ketegangan geopolitik.

Baca juga: CFX Rilis Laporan Data Industri Kripto, Volume Perdagangan Spot Tembus Rp 24,33 T

Siklus bear market kripto

Secara historis, pasar kripto dikenal memiliki siklus empat tahunan yang berkaitan erat dengan fase bull dan bear market. Siklus tersebut berpusat pada peristiwa Bitcoin (BTC) halving, yaitu pengurangan reward penambang Bitcoin sebesar 50 persen yang terjadi setiap empat tahun.

Ilustrasi bitcoin. FREEPIK/FABRIKASIMF Ilustrasi bitcoin.

Dalam pola historis tersebut, ATH baru cenderung terbentuk sekitar dua hingga tiga tahun setelah Bitcoin mencapai titik terendah siklus sebelumnya.

Pada rentang waktu ini, pasar biasanya memasuki fase akumulasi atau pergerakan sideways yang sering dimanfaatkan investor jangka panjang untuk menambah kepemilikan aset.

Hal yang sebaiknya dilakukan investor saaat bear market kripto

Berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan investor saat bear market kripto.

Baca juga: PINTU Luncurkan Pintu VIP, Program untuk Trader Kripto Loyal

1. Sabar menentukan aset dan target harga beli

Saat harga turun lebih dari 20 persen, banyak investor baru di pasar kripto cenderung panik dan menjual seluruh asetnya. Sebaliknya, investor yang telah melewati beberapa siklus bear market melihat kondisi ini sebagai fase untuk mengakumulasi aset yang dinilai undervalue.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain membuat watchlist aset yang diyakini memiliki fundamental kuat, baik saat pasar melemah maupun dalam fase tenang.

Investor juga dapat mengamati bagaimana pergerakan harga aset tersebut merespons penurunan harga Bitcoin. Aset yang mampu bertahan relatif lebih baik saat pasar melemah dinilai berpotensi menjadi kandidat akumulasi.

Selain itu, investor dianjurkan menetapkan target harga beli berdasarkan analisis yang telah dilakukan.

Baca juga: Fatwa Muhammadiyah tentang Kripto Terbit, INDODAX Dorong Literasi Investasi

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau