Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Bear market merupakan fase penurunan harga yang tidak terhindarkan dalam siklus pasar kripto.
Bagi sebagian investor, kondisi ini kerap memicu kepanikan yang berujung pada keputusan investasi yang merugikan.
Namun, investor yang lebih berpengalaman justru melihat fase ini sebagai peluang untuk menyusun strategi investasi jangka panjang.
Baca juga: Inflasi AS Stabil 2,4 Persen, Pasar Kripto Tunggu Arah Suku Bunga The Fed
Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.Tim Pintu Academy, platform edukasi dari aplikasi PINTU, memaparkan sejumlah strategi yang dinilai relevan untuk membantu investor bertahan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi siklus pasar berikutnya.
Dikutip dari keterangan tertulis Pintu Academy, Selasa (17/3/2026), bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset mengalami penurunan signifikan dalam periode yang relatif panjang.
Kondisi ini berbeda dari koreksi jangka pendek, karena bear market biasanya berlangsung berbulan-bulan hingga lebih dari satu tahun dan diiringi sentimen negatif yang meluas di pasar.
Secara umum, fase ini kerap terjadi setelah aset mencetak all-time high (ATH) yang diikuti koreksi akibat reli panjang sebelumnya. Tekanan jual kemudian diperkuat oleh faktor lain seperti kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, maupun ketegangan geopolitik.
Baca juga: CFX Rilis Laporan Data Industri Kripto, Volume Perdagangan Spot Tembus Rp 24,33 T
Secara historis, pasar kripto dikenal memiliki siklus empat tahunan yang berkaitan erat dengan fase bull dan bear market. Siklus tersebut berpusat pada peristiwa Bitcoin (BTC) halving, yaitu pengurangan reward penambang Bitcoin sebesar 50 persen yang terjadi setiap empat tahun.
Ilustrasi bitcoin. Dalam pola historis tersebut, ATH baru cenderung terbentuk sekitar dua hingga tiga tahun setelah Bitcoin mencapai titik terendah siklus sebelumnya.
Pada rentang waktu ini, pasar biasanya memasuki fase akumulasi atau pergerakan sideways yang sering dimanfaatkan investor jangka panjang untuk menambah kepemilikan aset.
Berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan investor saat bear market kripto.
Baca juga: PINTU Luncurkan Pintu VIP, Program untuk Trader Kripto Loyal
Saat harga turun lebih dari 20 persen, banyak investor baru di pasar kripto cenderung panik dan menjual seluruh asetnya. Sebaliknya, investor yang telah melewati beberapa siklus bear market melihat kondisi ini sebagai fase untuk mengakumulasi aset yang dinilai undervalue.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain membuat watchlist aset yang diyakini memiliki fundamental kuat, baik saat pasar melemah maupun dalam fase tenang.
Investor juga dapat mengamati bagaimana pergerakan harga aset tersebut merespons penurunan harga Bitcoin. Aset yang mampu bertahan relatif lebih baik saat pasar melemah dinilai berpotensi menjadi kandidat akumulasi.
Selain itu, investor dianjurkan menetapkan target harga beli berdasarkan analisis yang telah dilakukan.
Baca juga: Fatwa Muhammadiyah tentang Kripto Terbit, INDODAX Dorong Literasi Investasi