Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jaga Daya Beli, Malaysia Anggarkan Subsidi BBM hingga Rp 8,67 Triliun

Kompas.com, 17 Maret 2026, 18:10 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia meningkatkan belanja subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis RON95 guna menjaga harga jual tetap stabil di tengah lonjakan harga minyak dunia.

Kebijakan ini dilakukan dengan menaikkan alokasi subsidi BBM menjadi 2 miliar ringgit atau sekitar Rp 8,67 triliun (asumsi kurs Rp 4.337 per ringgit), dari sebelumnya 700 juta ringgit.

Dikutip dari The Economic Times, Selasa (17/3/2026), langkah tersebut diambil untuk mempertahankan harga BBM RON95 yang banyak digunakan masyarakat tetap di level 1,99 ringgit per liter atau sekitar Rp 8.632 per liter.

Baca juga: Konflik Timur Tengah, Harga BBM Singapura Tembus Rekor Tertinggi

Ilustrasi mata uang ringgit Malaysia. SHUTTERSTOCK/FOCAL POINT Ilustrasi mata uang ringgit Malaysia.

Kebijakan peningkatan subsidi ini diumumkan di tengah tekanan kenaikan harga energi global yang memicu kekhawatiran terhadap beban biaya hidup masyarakat.

Pemerintah Malaysia menilai stabilitas harga bahan bakar penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menghindari dampak inflasi yang lebih luas.

Subsidi BBM ditargerkan untuk lindungi masyarakat

Dikutip dari laman resminya, Kementerian Keuangan Malaysia menegaskan pemerintah akan mempertahankan kebijakan subsidi bahan bakar secara terarah (targeted subsidy), termasuk memastikan harga RON95 tetap berada di level 1,99 ringgit per liter.

Selain itu, pemerintah Malaysia juga tetap mempertahankan harga diesel bersubsidi untuk sektor transportasi darat publik dan logistik barang di Semenanjung Malaysia masing-masing sebesar 1,88 ringgit per liter atau sekitar Rp 8.155 dan 2,15 ringgit per liter atau sekitar Rp 9.326.

Baca juga: Bahlil Sebut Pemerintah Kaji Opsi WFH Buat Tekan Konsumsi BBM

Dalam skema bantuan sementara, pemerintah meningkatkan bantuan tunai interim bagi pengguna kendaraan diesel yang memenuhi syarat melalui program BUDI Diesel Individu serta BUDI Diesel Agri-Komoditi.

Ilustrasi BBM. Cadangan BBM di Indonesia Tersisa 20 Hari, Apa yang Terjadi jika Konflik Timur Tengah Tak Kunjung Mereda?Freepik/jcomp Ilustrasi BBM. Cadangan BBM di Indonesia Tersisa 20 Hari, Apa yang Terjadi jika Konflik Timur Tengah Tak Kunjung Mereda?

Bantuan dinaikkan menjadi 300 ringgit atau sekitar Rp 1,30 juta dari sebelumnya 200 ringgit.

“Pembayaran tambahan sebesar 100 ringgit akan dilakukan mulai 17 Maret 2026,” kata Kementerian Keuangan Malaysia dalam pernyataannya.

Pemerintah menilai kebijakan subsidi terarah menjadi pendekatan penting untuk menyeimbangkan perlindungan terhadap masyarakat dan tanggung jawab fiskal negara.

Baca juga: Thailand Naikkan Harga BBM Bertahap, Subsidi Energi Tertekan

Upaya pengetatan pengawasan untuk cegah kebocoran

Selain menambah alokasi subsidi, pemerintah Malaysia juga akan memperkuat pengawasan guna mencegah penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi.

Kementerian Keuangan Malaysia menyatakan, upaya penegakan hukum akan ditingkatkan untuk menekan kebocoran serta mencegah praktik penyalahgunaan, mengingat harga bahan bakar di Malaysia relatif lebih rendah dibandingkan negara tetangga.

“Pada saat yang sama, upaya penegakan hukum akan ditingkatkan untuk membendung kebocoran dan mencegah penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi, karena harga bahan bakar di Malaysia tetap lebih rendah dibandingkan negara tetangga,” demikian pernyataan kementerian.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memastikan kebijakan subsidi lebih tepat sasaran dan tidak membebani anggaran negara secara berlebihan.

Baca juga: Ditahan Purbaya, Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau