Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kala Jalan Trunojoyo Jadi Lautan Anak Muda Bandung Pemburu Streetwear

Kompas.com, 20 Maret 2026, 14:04 WIB
Agie Permadi,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

Strategi Iwa, menjual produk fesyen yang tengah ramai dan digandrungi anak muda saat ini, seperti gaya streetwear utilitas dan retro revival, seperti carpenter pants dan baggy pant yang menjadi primadona anak muda kekinian.

Celana berpotongan longgar itu kini tren tahun 2006, karena dinilai nyaman bergerak.

Menurutnya pakaian ini sangat populer karena detail hammer loop, kantong samping tambahan, dan panel lutut ganda.

Tak ketinggalan, Denim sweatpants juga menjadi buruan anak muda Bandung, begitu pun dengan porso dengan tren materialnya yang bertekstur.

"Paling yang mereka cari t-shirt sama celana sweatpants sama denim, tapi modelnya yang up to date. Kalau dulu zamannya slim-fit sekarang gombrang seperti carpenter," ujarnya.

Iwa sendiri sudah berjualan produk fesyen sejak tahun 2011.

Jalan Trunojoyo

Lokasi Trunojoyo sendiri dipilih sebagai tempat berjualan karena kerap menjadi buruan anak muda Bandung hingga internasional.

"Lokasi di sini strategis, banyak anak muda yang pasti datang ke sini, karena banyak distro juga. Selain dari warga lokal ada juga yang beli dari Malaysia, Singapura sampai Rusia beli di sini," ujarnya.

Sementara itu, Rian Ramadhan, warga Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, jauh-jauh datang ke Jalan Trunojoyo untuk mencari pakaian denim dan kaus yang oversize. "Tiap tahun memang selalu ke sini untuk mencari baju, ya sambil main sambil ngabuburit juga," katanya.

Rian mengaku tak keberatan berdesakan ketika datang membeli baju di Jalan Trunojoyo.

Ia lebih nyaman membeli baju dengan cara datang langsung ke tokonya, sebab bisa melihat produk dan mencoba size bajunya secara langsung.

"Kalau beli online kadang kalau jelang Lebaran gini suka lama mengirimnya, kalau datang langsung kan lebih enak bisa lihat produknya," ucapnya.

Zenuddin (55) juru parkir mengatakan bahwa setiap tahun di Bulan Ramadhan, Jalan Trunojoyo kerap berubah menjadi pasar tumpah sejak dua minggu jelang Lebaran. "Biasanya memang setiap dua minggu sebelum Hari Raya penuh seperti ini," katanya.

Menurutnya, warga mulai berdatangan untuk berburu baju sejak pukul 13.00 WIB dan bisa sampai malam sekitar pukul 24.00 WIB. "Bisa sampai malam, ya kebanyakan ABG kaya gini saja, masih muda-muda," ujarnya.

Di tengah keramaian itu, kepolisian dari Polrestabes Bandung pun menggelar patroli dialogis dengan datang ke lokasi guna mengantisipasi adanya aksi tindak pidana serta memberikan rasa aman ke masyarakat.

Tak hanya Jalan Trunojoyo, patroli juga dilakukan di kawasan Sultan Agung, hingga Mal Paskal 23.

"Alhamdulillah situasinya terkendali aman dan tak lupa kita tetap memberikan imbauan kepada masyarakat atau pengunjung yang ada di Paskal 23 dan Trunojoyo," kata Kasi Humas Polrestabes Bandung, AKP Nurindah.

Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga barang belanjaannya dan mewaspadai potensi aksi kriminalitas.

"Kami juga memberikan imbauan apabila ada anak-anak yang tetap dalam pengawasan orang tuanya," ujarnya.

Baca juga: Wamen ESDM: Stok BBM Aman untuk Lebaran 2026, Tak Ada Pembatasan Pembelian

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau