Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Energi Melonjak: Peluang Emas Tambang Indonesia

Kompas.com, 23 Maret 2026, 13:15 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran berpotensi meningkatkan harga energi, termasuk batu bara.

Sekretaris Jenderal Indonesian Mining Association Tony Wenas menjelaskan, secara umum dampak dari konflik geopolitik tersebut tidak hanya berpengaruh pada batu bara, tetapi pada hasil tambang secara keseluruhan.

Peningkatan harga energi termasuk yang berasal dari hasil tambang ini juga didorong oleh peningkatan permintaan.

Baca juga: BUMI Targetkan Tambang Tembaga dan Emas Wolfram Beroperasi Tahun Ini

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas saat ditemui usai acara CEO Connect di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (21/10/2022). KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas saat ditemui usai acara CEO Connect di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (21/10/2022).

"Jadi timing-nya tepat sebenarnya. Sekarang supaya dapat memberikan devisa, pemasukkan bagi negara itu kemudian diberikan keleluasaan untuk meningkatkan produksi atau melakukan ekspor juga," kata dia ketika ditemui akhir pekan lalu di Jakarta.

Pria yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia tersebut juga mengungkapkan, kebijakan tersebut dapat memberikan keuntungan bagi negara dan juga perusahaan sekaligus.

"Kan ini negara juga untung, perusahaan juga untung. Ya harganya naik ini karena demand-nya naik," imbuh dia.

Ia menjelaskan, kenaikan permintaan dari hasil tambang ini terjadi secara menyeluruh di pasar internasional.

Baca juga: Tambang Emas Pani Mulai Produksi, Merdeka Gold Resources (EMAS) Bidik Laba 2026

Oleh karena itu, Indonesia diharapkan dapat mengambil peluang di waktu yang tepat.

"Ini kan international market, jadi memang demand-nya naik, maka harganya naik. Jadi memang satu timing yang tepat sebenarnya bagi Indonesia," terang dia.

Secara umum, Tony bilang, situasi yang terjadi di Timur Tengah memberikan rentetan dampak ke berbagai sektor, terutama ketersediaan energi.

Dampak dari perang Iran tersebut juga akan dirasakan oleh perusahaan di Tanah Air.

Baca juga: Kebun Kakao di Afrika Jadi Tambang, Wamentan Sebut Harga Kakao Global Naik

Namun demikian, Tony bilang, tiap perusahaan memiliki strategi untuk menanggulangi risiko tersebut.

"Kalau dari dampak ke perusahaan pasti akan berdampak, tapi kita akan coba memitigasinya," tutup dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau