Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kabar Baik Lebaran 2026, Stok Pangan Cukup, Harga Stabil

Kompas.com, 23 Maret 2026, 14:41 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketersediaan pangan yang melimpah dan harga yang relatif stabil menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi penopang ketenangan pasar. Kondisi ini tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberi kepastian bagi petani dan pelaku distribusi.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional maupun modern, berbagai kebutuhan pokok terjaga ketersediaannya dengan harga yang tidak mengalami lonjakan signifikan.

“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (23/3/2026).

“Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” lanjutnya.

Menurut Amran, stabilitas ini merupakan hasil dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, pengawasan distribusi, serta pengendalian harga di pasar yang dilakukan secara terpadu.

Baca juga: Waspada, Krisis Energi Disertai Krisis Pangan

Stok Beras Kuat, Produksi Surplus

Dari sisi komoditas utama, stok beras nasional berada dalam posisi kuat. Cadangan Beras Pemerintah di gudang Bulog mencapai sekitar 4,09 juta ton, sementara beras yang beredar di masyarakat diperkirakan 11–12 juta ton.

Di sisi lain, potensi panen dalam waktu dekat mencapai sekitar 12 juta ton. Secara total, kekuatan stok beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 28 juta ton atau setara ketahanan pangan hingga sekitar 11 bulan ke depan.

Produksi beras juga menunjukkan tren peningkatan seiring panen raya yang berlangsung di berbagai daerah pada periode Februari hingga April 2026.

“Produksi kita meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah, Februari Maret dan April banyak panen di berbagai daerah, sehingga stok beras nasional sangat kuat,” ujar Amran.

“Produksi kita sudah berada di atas kebutuhan konsumsi nasional,” lanjutnya.

Dengan kebutuhan beras sekitar 2,59 juta ton per bulan dan produksi bulanan di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton, kondisi ini menempatkan Indonesia dalam posisi surplus.

Baca juga: THR Tak Lagi Dongkrak Konsumsi? Inflasi Pangan dan BBM Jadi Pengganjal

Cabai hingga Daging Ayam Ikut Surplus

Tak hanya beras, sejumlah komoditas pangan strategis juga menunjukkan kondisi surplus hingga April 2026. Ketersediaan beras tercatat 27,5 juta ton dengan kebutuhan 10,3 juta ton, menghasilkan surplus 17,2 juta ton.

Untuk cabai rawit, ketersediaan mencapai 409 ribu ton dengan kebutuhan 304 ribu ton atau surplus 105 ribu ton. Daging ayam juga mencatat surplus 727 ribu ton dari ketersediaan 2,07 juta ton dan kebutuhan 1,34 juta ton.

Sementara itu, bawang merah mencatat surplus 57 ribu ton dari ketersediaan 479 ribu ton dan kebutuhan 422 ribu ton.

Pada Maret, produksi cabai juga mengalami surplus, dengan cabai rawit merah sekitar 46.868 ton dan cabai besar sekitar 8.282 ton. Kondisi ini membuat harga cabai cenderung stabil bahkan mulai menurun di pasar.

“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” kata Amran.

Ia menegaskan, pemerintah terus menjaga keseimbangan harga agar tidak memberatkan masyarakat sekaligus tetap menguntungkan petani.

“Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani,” tegasnya.

“Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu.”

Baca juga: Kemarau Datang Lebih Dini, BI Waspadai Kenaikan Harga Cabai, Jagung, Beras

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau