Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Generasi Z atau Gen Z semakin menjadi kelompok konsumen yang diperhitungkan dalam perekonomian global.
Seiring bertambahnya daya beli kelompok usia muda ini, berbagai perusahaan ritel mulai menyesuaikan strategi pemasaran untuk menjangkau mereka.
Dikutip dari Chief Marketer, Sabtu (28/3/2026), National Retail Federation (NRF) mengungkapkan sejumlah tren perilaku belanja Gen Z dalam acara tahunan State of Retail & the Consumer yang digelar secara virtual pada pertengahan Maret 2026.
Baca juga: Survei: Karier Fleksibel dan Keseimbangan Hidup Jadi Prioritas Gen Z
Ilustrasi Gen Z Dalam laporan tersebut, Gen Z didefinisikan sebagai konsumen berusia 14 hingga 29 tahun.
Salah satu tren yang menonjol adalah fenomena yang disebut sebagai “treat culture”, yakni kecenderungan Gen Z membeli barang-barang kecil yang memberikan kesenangan pribadi atau self-reward.
Pola konsumsi ini menunjukkan pergeseran makna kemewahan bagi generasi muda.
Data dari perusahaan riset pasar YPulse menunjukkan bahwa Gen Z cenderung membeli produk dengan harga relatif rendah yang memberikan rasa senang atau kepuasan emosional.
Baca juga: WEF Ungkap Tren Investasi Gen Z, Lebih Cepat dan Lebih Berani Risiko
Produk-produk kecil seperti aksesori, koleksi mainan, atau barang dekoratif menjadi contoh kategori yang populer di kalangan generasi ini.
MaryLeigh Bliss, Chief Content Officer YPulse, mengatakan pola belanja ini berkaitan dengan prioritas finansial Gen Z yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.
“Mereka lebih cenderung dibandingkan kelompok usia lain untuk mengatakan bahwa prioritas keuangan terbesar dalam hidup mereka saat ini adalah membeli barang-barang yang mereka inginkan,” kata Bliss.
Generasi Z atau Gen Z semakin menjadi kelompok konsumen yang diperhitungkan dalam perekonomian global.
Menurut dia, tren ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap barang-barang kecil yang unik atau memiliki nilai emosional.
Baca juga: Gen Z dan Milenial Hadapi Tekanan Finansial, Perencanaan Jadi Kunci
“Jadi, budaya pemberian hadiah adalah bagian besar dari perilaku belanja mereka. Pikirkan tentang tren pernak-pernik. Mereka mencari hal-hal kecil yang menyenangkan, mudah diakses, tak terduga, dan unik,” ujar Bliss.
Konsep kemewahan bagi Gen Z pun berubah. Jika sebelumnya kemewahan identik dengan produk mahal atau eksklusif, kini konsep tersebut lebih sering diwujudkan dalam bentuk konsumsi kecil tetapi lebih sering.
Katherine Cullen, Vice President of Industry and Consumer Insights di NRF, mengatakan generasi ini lebih memilih menikmati kesenangan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Konsep kemewahan dan kesenangan telah benar-benar bergeser,” tutur Cullen.
Baca juga: 35 Miliarder Termuda Dunia 2026 Didominasi Gen Z, Mayoritas Pewaris Bisnis Keluarga
“Sekarang lebih ke hal-hal sehari-hari dan suguhan yang lebih sering dan rutin," imbuhnya.
Selain faktor usia dan tingkat pendapatan yang relatif lebih rendah, perubahan pola konsumsi Gen Z juga dipengaruhi pengalaman mereka selama pandemi Covid-19.
Pandemi terjadi ketika sebagian besar anggota generasi ini masih berada di masa pendidikan atau baru memasuki dunia kerja. Pengalaman tersebut turut membentuk persepsi mereka terhadap kondisi ekonomi.