JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia Tbk mengonfirmasi penutupan permanen rute Jakarta–Bengkulu. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian operasional dan evaluasi kinerja rute.
Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia Dicky Irchamsyah mengatakan, layanan penerbangan ke Bengkulu tetap tersedia melalui Citilink.
“Garuda Indonesia Group melakukan optimalisasi layanan penerbangan dari dan menuju Bengkulu melalui penguatan peran Citilink sebagai bagian dari ekosistem layanan penerbangan grup,” kata Dicky dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Setelah 13 Tahun, Garuda Indonesia Resmi Akhiri Rute Penerbangan Bengkulu-Jakarta
Langkah ini masuk dalam strategi transformasi perusahaan. Garuda menata ulang jaringan penerbangan agar lebih adaptif terhadap permintaan pasar.
“Kami berkomitmen mendukung konektivitas antarwilayah sebagai salah satu pilar penting penguatan mobilitas nasional,” lanjut dia.
Penyesuaian rute dilakukan untuk menjaga kinerja usaha tetap sehat. Garuda menilai setiap rute perlu berada pada tingkat profitabilitas yang terukur.
“Langkah ini diambil sebagai perspektif menghadirkan konektivitas udara yang berkelanjutan bagi masyarakat, maupun dalam menjaga fundamental kinerja usaha secara sehat dan berdaya saing,” ujar dia.
“Langkah penyesuaian ini juga menjadi bagian dari fokus percepatan kinerja yang perlu kami akselerasikan secara terukur dan berkelanjutan dengan memastikan optimalisasi kinerja rute yang memiliki profitabilitas,” tambah dia.
Baca juga: Kemenhub Ungkap Alasan Garuda Stop Rute Jakarta-Bengkulu
Garuda tetap membuka ruang koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Evaluasi dilakukan agar penyesuaian layanan tetap selaras dengan kebutuhan daerah.
Perusahaan juga membuka peluang untuk kembali melayani rute Bengkulu di masa depan. Keputusan itu bergantung pada kondisi operasional dan permintaan pasar.
“Seiring dengan membaiknya kondisi operasional dan pertumbuhan permintaan, Garuda Indonesia Group akan terus membuka ruang pengembangan layanan secara bertahap dan terukur,” ujar dia.
“Kami berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung konektivitas nasional yang inklusif, sekaligus memperkuat peran industri penerbangan sebagai enabler pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” tegasnya.
Penerbangan terakhir rute Jakarta–Bengkulu dilakukan pada 28 Maret 2026. Layanan tersebut menandai berakhirnya operasional Garuda di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu.
Keputusan ini dipengaruhi tingkat keterisian penumpang yang rendah serta hasil evaluasi bisnis perusahaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang