Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hindari Spekulasi, Investor Disarankan Gunakan Riset yang Terukur

Kompas.com, 30 Maret 2026, 15:51 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah pasar saham Indonesia yang semakin kompleks dan bergerak cepat, pemilihan aplikasi investasi saham dinilai menjadi faktor penting bagi investor dalam mengambil keputusan investasi yang akurat dan terukur.

Pasar yang kian didominasi oleh pergerakan institusi global membuat investor, terutama ritel, perlu memiliki akses terhadap data dan analisis yang lebih komprehensif.

Dalam konteks ini, pemahaman terhadap perbedaan antara broker summary dan riset fundamental menjadi krusial, khususnya bagi investor pemula yang baru mulai belajar saham.

Baca juga: IPOT Mudahkan Investor Pantau Akumulasi dan Distribusi Saham Tanpa Delay

Ilustrasi investor, investor saham, investor ritel.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi investor, investor saham, investor ritel.

Edukasi tersebut disebut sebagai salah satu instrumen penting untuk menghindari jebakan “bandar” yang kerap memanfaatkan keterlambatan data pasar.

Fenomena smart money dan dumb money

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu, menyoroti fenomena investor ritel yang kerap mengambil keputusan berdasarkan sumber yang tidak valid, seperti euforia komunitas atau sekadar broker summary.

Menurut dia, kondisi ini sering berujung pada aksi panic selling ketika pasar berbalik arah.

“Banyak investor merasa sedang mengikuti pergerakan ‘bandar’, padahal mereka hanya bereaksi terhadap data masa lalu yang sudah tertinggal,” ujar Sergio dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).

Baca juga: IPOT Rilis xRDN, Cara Menabung Digital Gen Z dengan Imbal Hasil 2 Persen

Ia menjelaskan, perbedaan utama antara investor ritel dan institusi terletak pada pendekatan analisis. Investor institusi umumnya mengandalkan data real-time, analisis fundamental, serta pemahaman struktur pasar yang lebih dalam.

Sebaliknya, sebagian investor ritel masih mengandalkan informasi yang belum tentu valid dan cenderung bersifat spekulatif.

Ilustrasi saham.SHUTTERSTOCK/FEYLITE Ilustrasi saham.

IPOT dorong ekosistem smart money

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, IPOT mengembangkan ekosistem investasi berbasis Smart Money.

Platform ini menawarkan akses data real-time berbasis order flow dan live orderbook yang diklaim dapat membantu investor mengambil keputusan lebih presisi.

Baca juga: Investor Berebut Saham SpaceX Pra-IPO, Risiko Penipuan Mengintai

Dengan dukungan market intelligence system, IPOT berupaya memberikan transparansi data yang lebih tinggi dibandingkan pendekatan berbasis narasi komunitas.

Melalui sistem ini, risiko investasi disebut dapat lebih terkelola karena keputusan didasarkan pada data yang lebih mutakhir.

IPOT Views dan riset kelas institusi

Untuk menjembatani kesenjangan antara investor ritel dan institusi, IPOT menghadirkan fitur IPOT Views. Platform ini dirancang sebagai sarana riset dengan standar institutional-grade research.

IPOT Views mengintegrasikan analisis fundamental, makroekonomi, serta struktur pasar yang biasanya digunakan oleh asset management, baik lokal maupun global.

Baca juga: IHSG Menguat 2,75 Persen Usai Libur Lebaran, BEI Minta Investor Tetap Rasional

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau