Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hindari Spekulasi, Investor Disarankan Gunakan Riset yang Terukur

Kompas.com, 30 Maret 2026, 15:51 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Kehadiran fitur ini ditujukan agar investor ritel memiliki akses terhadap alat analisis yang setara dengan investor profesional.

IPOT menyebutkan bahwa riset tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan fondasi utama dalam pengambilan keputusan investasi saham agar tidak didasarkan pada spekulasi.

Infrastruktur dan fitur pendukung

Selain riset, IPOT juga menyoroti pentingnya infrastruktur dalam mendukung aktivitas investasi. Dengan dana kelolaan sekitar Rp 312 triliun, perusahaan ini menghadirkan sejumlah fitur yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Ilustrasi investasi PIXABAY/NATTANAN KANCHANAPRAT Ilustrasi investasi

Beberapa fitur tersebut antara lain sebagai berikut.

Baca juga: IHSG Pekan Ini Diproyeksikan Bertahan di Level 8.100-an, Simak Saham Pilihan IPOT

  • xRDN, yang memungkinkan dana menganggur tetap produktif dengan potensi imbal hasil sekitar 2 persen per tahun, atau disebut lebih tinggi dibandingkan bunga RDN bank umum.
  • Indikator trading live, yang menyajikan data pasar secara transparan dan real-time.
  • Sistem keamanan berlapis, termasuk proteksi anti-phishing untuk menjaga keamanan aset investor.

Fitur-fitur ini diklaim menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan sekuritas dengan standar yang lebih tinggi di pasar domestik.

Risiko mengandalkan broker summary

Sergio juga mengingatkan risiko penggunaan broker summary sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.

Ia menjelaskan bahwa broker summary pada dasarnya merupakan rekapitulasi transaksi yang baru tersedia setelah pasar tutup. Namun, data tersebut kerap digunakan dalam berbagai komunitas sebagai dasar narasi, seperti klaim “bandar sedang akumulasi”.

Baca juga: IHSG Menguat, Analis IPOT Soroti Sentimen Global dan Dana Rp 200 Triliun di Bank BUMN

Menurut dia, praktik ini berpotensi menyesatkan investor ritel karena menggunakan data yang sudah tidak relevan dengan kondisi pasar terkini.

“Mengandalkan data terlambat di pasar yang bergerak cepat adalah risiko besar. Tanpa kerangka analisis fundamental dan riset yang utuh, investor hanya membaca jejak di permukaan,” kata Sergio.

Ia menambahkan, penggunaan data real-time menjadi penting agar investor tidak hanya menjadi penyedia likuiditas bagi pelaku pasar besar yang ingin keluar dari posisinya.

Ilustrasi pasar saham.PIXABAY/PETE LINFORTH Ilustrasi pasar saham.

“Jangan lagi mengambil posisi trading hanya karena ramai di komunitas atau terjebak ilusi broker summary. Pelajari cara membaca pasar dengan standar yang lebih tinggi melalui riset yang akurat di IPOT,” ujar dia.

Baca juga: Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi, Simak Saham Pilihan IPOT

Komitmen pengembangan investasi saham

IPOT menyatakan akan terus mengembangkan fitur dan riset yang mendukung aktivitas investasi saham di Indonesia.

Upaya ini dilakukan untuk mendorong investor ritel agar dapat bertransaksi secara lebih profesional dengan dukungan data dan analisis yang memadai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau