Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Laba Bersih DCII Tembus Rp 1 Triliun di 2025, Tumbuh 25,7 Persen

Kompas.com, 30 Maret 2026, 16:35 WIB
Suparjo Ramalan ,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatat lonjakan laba bersih sepanjang tahun 2025, menegaskan kuatnya pertumbuhan bisnis pusat data di tengah meningkatnya kebutuhan digitalisasi.

Direktur Keuangan DCI Indonesia, Evelyn, mengungkapkan laba bersih perseroan meningkat 25,7 persen secara tahunan menjadi Rp 1 triliun pada 2025.

“Laba bersih juga meningkat sebesar 25,7 persen menjadi Rp 1 triliun di tahun 2025,” ujar Evelyn saat konferensi pers secara daring, Senin (30/3/2026).

Pertumbuhan laba perseroan sejalan dengan kinerja pendapatan yang melonjak 40,1 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp 2,5 triliun, dari Rp 1,8 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca juga: DCI Indonesia (DCII) Raup Pendapatan Rp 773 Miliar pada Kuartal I 2025

Menurut Evelyn, peningkatan pendapatan didorong oleh mulai beroperasinya Gedung Pusat Data DTJK6 pada 2025, serta ekspansi bisnis dari pelanggan existing maupun pelanggan baru.

“Peningkatan pendapatan ini merefleksikan kontribusi dari gedung Pusat Data DTJK6 yang baru mulai beroperasional di tahun ini, di tahun 2025, serta didukung juga oleh pertumbuhan ekspansi bisnis pelanggan, baik dari yang pelanggan existing maupun pelanggan baru,” paparnya.

Adapun, EBITDA perseroan turut meningkat 31 persen menjadi Rp 1,5 triliun, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga margin di tengah ekspansi bisnis.

Dari sisi neraca, kinerja DCII juga menunjukkan penguatan. Total liabilitas tercatat sebesar Rp 2,6 triliun pada 2025, dengan kenaikan rata-rata 10,4 persen sejak 2021. Sementara itu, ekuitas mencapai Rp 4 triliun, sejalan dengan akumulasi laba yang dihasilkan perseroan.

“Pencapaian ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam mengembangkan kapasitas dan memperluas skala operasional secara disiplin dan berkelanjutan,” pungkas Evelyn.

Baca juga: PT DCI Gandeng APJII untuk Perkuat Koneksi Internet di Indonesia

Dalam jangka panjang, DCII mencatat tren pertumbuhan yang konsisten. Selama lima tahun terakhir, pendapatan tumbuh rata-rata 30,7 persen, EBITDA meningkat 28,7 persen, dan laba bersih mencatatkan pertumbuhan hingga 40 persen.

Dari sisi aset, total aset perseroan mencapai Rp 6,6 triliun pada 2025, atau meningkat rata-rata 22,1 persen sejak 2021. Hal ini menggambarkan agresivitas perusahaan memperluas kapasitas pusat data untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Ia menegaskan akan terus meninjau struktur permodalan, termasuk memanfaatkan sumber pendanaan berbiaya rendah untuk mendukung ekspansi kapasitas dan perolehan kontrak berskala besar ke depan.

“Kami terus melakukan review atas struktur permodalan melalui pemanfaatan pendanaan berbiaya rendah untuk mendukung perolehan kontrak dalam skala besar serta ekspansi kapasitas pusat data kami,” lanjutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau