Menurut dia, investor saat ini juga mulai mencari titik terendah teknikal setelah aksi jual yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir.
Ketiga indeks utama sempat dibuka menguat setelah mengalami penurunan tajam sebelumnya. Namun, sejak konflik dimulai, indeks Dow Jones, Nasdaq, serta indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 telah masuk ke wilayah koreksi, atau turun lebih dari 10 persen dari posisi tertinggi sebelumnya.
Sentimen pasar juga sempat ditopang oleh pernyataan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang menyebutkan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang masih relatif stabil meskipun terjadi guncangan harga energi.
Powell juga menegaskan bahwa bank sentral belum perlu mengambil keputusan terkait respons kebijakan terhadap perkembangan terbaru tersebut.
Namun demikian, pelaku pasar uang kini mulai mengubah ekspektasi kebijakan moneter. Berdasarkan FedWatch Tool dari CME Group, pasar memperkirakan peluang pelonggaran kebijakan moneter semakin kecil, bahkan membuka kemungkinan tidak adanya penurunan suku bunga pada tahun ini, berbeda dengan proyeksi sebelumnya sebelum konflik pecah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang