Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan kinerja keuangan tertinggi sejak era disrupsi teknologi pada tahun buku 2025.
Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 5,7 triliun, tumbuh 13,2 persen secara tahunan (year on year/YoY), didorong oleh kinerja solid di seluruh lini bisnis, baik taksi maupun non-taksi.
Pertumbuhan tersebut turut diikuti oleh peningkatan profitabilitas. Bluebird mencatatkan EBITDA sebesar Rp 1,34 triliun dan laba bersih sebesar Rp 643,4 miliar, yang keduanya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Arus Balik Lebaran 2026 Jadi Penentu Lonjakan Bisnis Bluebird
Layanan Bluebird Taksi resmi meluncur di Solo, Jumat (28/11/2025). Pengemudi Bluebird Taksi Solo.Capaian ini menandai pemulihan sekaligus ekspansi kinerja perusahaan di tengah perubahan lanskap industri transportasi.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menyampaikan pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi kinerja perusahaan di tengah berbagai investasi yang terus dilakukan.
“Pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital. Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan Mobility-as-a-Service yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda,” ujar Andre, sapaan akrab Adrianto dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Sepanjang 2025, Bluebird melakukan ekspansi kapasitas layanan dengan menambah sekitar 1.800 armada baru.
Baca juga: Libur Akhir Tahun, Bluebird (BIRD) Siapkan 25.000 Armada di Berbagai Kota
Dengan penambahan tersebut, total armada perseroan kini mencapai lebih dari 26.000 unit, termasuk kendaraan listrik.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2025). Selain armada, perusahaan juga memperluas jaringan operasional. Jumlah pool meningkat menjadi 58 lokasi, sementara pangkalan operasional kini telah mencapai lebih dari 1.300 titik strategis yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Langkah ekspansi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat layanan di tengah meningkatnya permintaan mobilitas, sekaligus memperluas jangkauan pasar di berbagai wilayah.
Di sisi digital, Bluebird mencatatkan pertumbuhan signifikan melalui aplikasi MyBluebird. Jumlah pengguna aplikasi tersebut meningkat lebih dari 30 persen sepanjang 2025.
Baca juga: Akses Transportasi Solo Makin Mudah, Bluebird Siapkan Pangkalan di Titik Mobilitas Utama
Kontribusi pemesanan melalui aplikasi juga terus meningkat dan kini mencapai sekitar 40 persen dari total transaksi. Hal ini menjadikan MyBluebird sebagai salah satu kanal utama dalam mengakses layanan Bluebird Group.
Selain itu, fitur Fixed Price atau tarif pasti juga menunjukkan peningkatan penggunaan hingga dua kali lipat.
Kenaikan ini mencerminkan preferensi pelanggan terhadap transparansi dan kepastian tarif dalam layanan transportasi.
Dalam aspek keberlanjutan, Bluebird terus memperluas penggunaan kendaraan listrik. Sepanjang 2025, perseroan menambah armada kendaraan listrik yang dioperasikan melalui layanan Bluebird dan Goldenbird di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.
Baca juga: Bluebird Taksi Resmi Meluncur di Solo, Pemkot Harap Jadi Penguat Mobilitas dan Pariwisata Kota
Pool Bluebird Semarang. CMO PT Blue Bird Tbk Monita Moerdani dan General Manager Bluebird Group Jateng & DIY Wahyu T Cahyono berfoto bersama dalam acara Media Gathering di Semarang, Kamis (27/11/2025).