Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga LPG 3 Kg di Ponorogo Capai Rp 32.000, Pertamina Imbau Warga Beli ke Pangkalan Resmi

Kompas.com, 1 April 2026, 05:30 WIB
Sukoco,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

PONOROGO, KOMPAS.com – Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pasca Lebaran memicu kenaikan harga di tingkat konsumen hingga Rp 32.000 per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 18.000.

Kondisi ini membuat sebagian warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian, bahkan berdampak pada aktivitas usaha kecil yang bergantung pada LPG subsidi.

“Sulit dapatnya. Kalau ada harganya sudah mencapai harga Rp 32 ribu per tabung,” kata Lastri, warga Desa Wates, Kecamatan Slahung, Ponorogo, saat ditemui usai berkeliling mencari LPG, Senin (30/3/2026).

“Ya kalau ada terpaksa dibeli,” ujarnya.

Baca juga: Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Jelang Libur Panjang Imlek-Ramadhan

Dampak ke Warga dan Usaha Kecil

Kelangkaan LPG 3 kilogram tak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha mikro. Rini, pemilik angkringan di Desa Wates, mengaku terpaksa menghentikan sementara operasional warungnya.

Ia menyebut kesulitan mendapatkan LPG sudah terjadi bahkan sebelum Lebaran.

“Sempat pakai kayu bakar untuk masak, tapi malah lebih mahal,” kata Rini.
“Sulitnya sudah sebelum Lebaran kemarin. Akhirnya memilih menghentikan sementara jualan menunggu ada pasokan LPG,” ucapnya.

Di sisi lain, pemilik pangkalan LPG 3 kilogram di Jalan Ahmad Yani Ponorogo, Widodo, menyebut distribusi dari Pertamina masih berjalan normal. Namun, lonjakan permintaan menjelang Lebaran membuat pasokan cepat habis.

“Suplai dari Pertamina normal kok. Kami masih menerima distribusi setiap hari,” kata Widodo.
“Memang daya beli meningkat saat Lebaran, jadi cepat habis,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Buat Aturan Baru soal LPG 3 Kg, Penyaluran Bakal Berbasis NIK

Respons Pertamina dan Imbauan ke Warga

Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi memastikan pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Ponorogo dalam kondisi aman dengan distribusi sekitar 29.820 tabung per hari.

“Kami cek stok LPG 3 kg aman, distribusi lancar sesuai alokasi reguler sekitar 29.820 tabung per hari,” kata Ahad.

“Kami himbau warga untuk pembelian langsung ke pangkalan resmi Pertamina agar mendapatkan harga sesuai HET sebagaimana ditetapkan pemerintah, yakni Rp 18 ribu,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat melaporkan jika menemukan kesulitan mendapatkan LPG atau harga yang melebihi ketentuan.

“Jika ada warga masyarakat yang ingin melakukan pelaporan, dapat disampaikan melalui kanal resmi Pertamina Contact,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau