Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Impor RI Februari 2026 Naik 10,85 Persen, Neraca Perdagangan Tetap Surplus

Kompas.com, 1 April 2026, 12:40 WIB
Debrinata Rizky,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Februari 2026 mencapai 20,89 miliar dollar AS atau naik 10,85 persen dibandingkan Februari 2025. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan impor nonmigas di tengah penurunan impor migas.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, impor migas pada Februari 2026 tercatat sebesar 2 miliar dollar AS atau turun 30,36 persen secara tahunan.

Sementara itu, impor nonmigas mencapai 18,90 miliar dollar AS atau naik 18,24 persen.

“Peningkatan impor secara tahunan terutama didorong oleh impor nonmigas dengan andil sebesar 15,47 persen,” ujar Ateng dalam rilis BPS di Kantor Pusat BPS, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Impor RI Melonjak pada Januari 2026, Didominasi Mesin dan Bahan Baku

Jika dilihat menurut penggunaannya, pada Februari 2026 seluruh komponen impor mengalami peningkatan. Impor barang konsumsi naik 19,84 persen, impor bahan baku penolong naik 4,25 persen, dan impor barang modal sebagai pendorong utama meningkat 33,68 persen dengan andil 6,16 persen.

Secara kumulatif, sepanjang Januari–Februari 2026 total impor Indonesia mencapai 42,09 miliar dollar AS atau naik 14,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Impor migas tercatat sebesar 5,16 miliar dollar AS atau turun 3,50 persen, sedangkan impor nonmigas mencapai 36,93 miliar dollar AS atau naik 17,49 persen.

Kenaikan impor secara kumulatif terutama didorong oleh impor bahan baku penolong yang mencapai 29,40 miliar dollar AS atau naik 9,27 persen dengan andil 6,78 persen terhadap total kenaikan impor.

Peningkatan ini terutama berasal dari komoditas logam mulia dan perhiasan atau permata, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, serta produk kimia.

Baca juga: Impor RI Januari–November 2025 Naik 2,03 Persen, Ditopang Impor Mesin

Dari sisi negara asal, peningkatan impor terutama terjadi dari Tiongkok, Australia, Singapura, serta kawasan Uni Eropa, sementara impor dari ASEAN mengalami penurunan.

Meski impor meningkat, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus. Pada Februari 2026, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar 1,27 miliar dollar AS, melanjutkan tren surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Surplus tersebut terutama ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar 2,19 miliar dollar AS, dengan komoditas utama berupa lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Di sisi lain, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar 0,92 miliar dollar AS yang berasal dari minyak mentah, hasil minyak, dan gas.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari–Februari 2026 mencatat surplus sebesar 2,23 miliar dollar AS, yang ditopang oleh surplus nonmigas sebesar 5,42 miliar dollar AS, sementara migas mencatat defisit sebesar 3,19 miliar dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau