Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Baru, Sentuhan Batik di Rumah Modern Minimalis

Kompas.com, 20 November 2020, 12:31 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Batik yang merupakan mahakarya leluhur bangsa Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Bahkan, baju batik sering dipakai para tokoh dunia untuk menghadiri suatu acara tertentu.

Sebut saja, Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, Pendiri Microsoft Bill Gates, dan masih banyak lagi.

Tak hanya sebagai busana formal dan kasual, baru-baru ini desainer interior berusia 20 tahun Eric Rahardjo Hoputro memanfaatkan batik sebagai elemen dekoratif rumah mewah berdesain modern minimalis.

Sebelumnya, Eric pernah mendesain interior pesawat pribadi dengan menggunakan kaca untuk elemen atap.

Baca juga: Desainer Muda Ini Rancang Kabin Pesawat Beratap Kaca

Kali ini, dia mendesain dari sudut pendekatan kultural yang jauh berbeda dengan desainnya terdahulu.

Menurut Eric, batik mengingatkan dirinya akan keberagaman dan kekayaan Indonesia yang begitu istimewa.  

Rumah dengan unsur batik.Dok. Eric Rahardjo Hoputro. Rumah dengan unsur batik.

Selain itu, kata Eric, batik merupakan sebuah mahakarya yang elegan dan tidak akan bisa dipandang sebelah mata.

"Oleh karena itu, saya ingin membawa identitas yang sama pada karya desain ini yaitu sebuah rumah yang bukan hanya didesain untuk menjadi nyaman, tetapi megah dan berkarakteristik dalam waktu yang bersamaan,” ujar Eric sekaligus CEO InteriorHAHA dalam keterangan pers, Kamis (19/11/2020).

Eric menjelaskan, desain interior merupakan suatu industri yang terus melahirkan ide, gagasan, dan inovasi baru untuk berkembang.

Baca juga: Bisa Dicontoh, Cara Eric Bangun Start-up Desain

Sebab, seiring berkembangnya zaman, desain interior yang unik sangat diperlukan karena menguntungkan bagi banyak orang. 

Oleh karena itu, Eric menggabungkan desain interior modern seperti rumah minimalis dengan unsur tradisional seperti batik.

Dia berharap, dengan memasukkan unsur batik pada rumah minimalis dapat turut serta menjaga kelestarian budaya melalui bidang yang tengah digeluti.

"Saya selalu percaya bahwa tidak semua hal harus berubah seiring perkembangan zaman dan tentunya identitas kita merupakan salah satu hal itu," pungkas Eric.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau