Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tol Trans-Jawa, Tumpuan Utama Saat Mudik Lebaran Tiba (II)

Kompas.com, 27 April 2016, 12:44 WIB
Ridwan Aji Pitoko

Penulis

SEMARANG, KOMPAS.com â€“ Musim mudik Lebaran 2016 hanya menyisakan waktu sekitar dua bulan. Oleh sebab itu, pemerintah kembali fokus dalam penyelesaian Jaringan Tol Trans-Jawa yang diperkirakan akan menjadi tumpuan pemudik menjelang hari raya Idul Fitri.

Jalan Tol Trans-Jawa terdiri dari tujuh ruas dengan total panjang mencapai 498,23 kilometer. Biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangun ketujuh ruas itu adalah Rp 40,37 triliun.

Biaya pembebasan tanah langsung dibebankan kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sebesar Rp 8,29 triliun. Sementara itu, untuk biaya konstruksinya, BPJT memperkirakan butuh biaya hingga Rp 22,57 triliun.

Ketujuh ruas tersebut tidak termasuk ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang sudah beroperasi pada 2015 silam dan ruas Tol Kanci-Pejagan yang juga sudah beroperasi pada Januari 2010.

Tulisan ini merupakan lanjutan dari yang pertama. Baca: Tol Trans-Jawa Tumpuan Utama Saat Mudik Lebaran Tiba (I)

Setelah menyusuri Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Tol Palimanan-Kanci (Palikanci), dan Tol Kanci-Pejagan, Kompas.com mulai memasuki ruas Tol Pejagan-Pemalang yang juga masuk ke dalam bagian Jaringan Tol Trans-Jawa.

Untuk saat ini, pengerjaan Tol Pejagan-Pemalang adalah Seksi I dan II antara Pejagan dengan Brebes Timur.

Jalan tol ruas Pejagan-Pemalang memiliki panjang 57,50 kilometer dan terdiri dari empat seksi yaitu Seksi I (Pejagan-Brebes Barat) 14,20 kilometer, Seksi II (Brebes Barat-Brebes Timur)-6 kilometer, Seksi III (Brebes Timur-Tegal Timur)-10,40 kilometer dan seksi IV (Tegal Timur-Tegal Barat)-26,90 kilometer.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, di sepanjang ruas Pejagan-Brebes Timur sudah tak ada lagi pengerjaan konstruksi jalan. Pembangunan jalannya sendiri sudah mencapai 100 persen. Kendati begitu, beberapa pengerjaan masih terlihat di Gerbang Tol (GT) Brebes Timur.

Menjelang waktu operasinya yang diperkirakan Mei 2016, sistem pembayaran di Tol Pejagan-Pemalang Seksi I dan II akan terintegrasi dengan Tol Kanci-Pejagan.

Namun saat ini sistem pengoperasian Jalan Tol Kanci-Pejagan masih dilakukan dengan sistem terbuka, artinya hanya GT Mertapada yang difungsikan.

Ridwan Aji Pitoko/Kompas.com Penampakan kegiatan konstruksi Gerbang Tol Brebes Timur di Ruas Tol Pejagan-Brebes Timur, Senin (25/4/2016)

Ketika nanti Tol Pejagan-Pemalang Seksi I dan II sudah ditentukan layak beroperasi maka akan digunakan sistem tertutup terpadu untuk Ruas Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang.

"Dengan sistem ambil kartu di GT Mertapada di Kanci-Pejagan dan membayar di exit GT Brebes Timur,” kata Kepala Cabang Integrasi Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang Seksi I & II, Zulmarlian Iskandar, di Brebes, Senin (25/4/2016).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau