SAMARINDA, KOMPAS.com – MT (25), istri dari W (25), pria yang diduga membunuh dua anak kandungnya di kawasan Loa Bakung, Samarinda, akhirnya buka suara.
Didampingi kuasa hukum, MT (25) dengan tegas membantah tudingan yang menyebut dirinya meminta cerai sebelum tragedi berdarah itu terjadi.
Ia menyebut, pengakuan suaminya kepada penyidik yang menyebut motif pembunuhan karena istri meminta cerai, hanyalah karangan bebas yang digunakan untuk memojokkan dirinya.
Baca juga: Motif Ayah di Samarinda Bunuh 2 Anaknya yang Masih Balita
"Saya tidak pernah meminta cerai sama sekali. Saya bahkan tidak apa-apa dia (suami saya) tidak bekerja, asal tetap ada di rumah bersama anak-anak," ujar MT sambil didampingi Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kaltim, Rabu (30/7/2025).
Tragedi pembunuhan yang mengguncang warga Samarinda itu terjadi pada dua anak W yang masing-masing berusia 4 dan 2 tahun.
Sejak awal penangkapan, W sempat mencoba berpura-pura mengalami gangguan jiwa dan mengaku mendapat "bisikan gaib" sebelum menghabisi nyawa buah hatinya.
Namun, setelah penyidikan berjalan, ia akhirnya mengakui telah melakukan pembunuhan secara terencana.
Pernyataan W itu justru diluruskan oleh istrinya, yang merasa difitnah oleh suaminya sendiri.
"Saya tidak pernah cekcok dengan dia, tidak pernah ada niat minta cerai. Walau banyak tetangga yang menyarankan saya pergi, saya tetap bertahan," tutur MT.
Ia juga mengaku ikhlas menanggung beban ekonomi keluarga sendirian selama suaminya menganggur.
"Yang penting anak-anak saya aman. Saya tidak pernah mempermasalahkan dia kerja atau tidak. Saya siap menggantikan peran itu," katanya lirih.
Ia juga sangat menyesalkan perbuatan W kepada buah hatinya.
"Kenapa anak yang sudah diurus dengan baik-baik ini harus meninggal ditangan ayahnya sendiri, saya sangat sakit hati" ucapnya getir.
Sudirman, kuasa hukum MT dari Biro Hukum TRC PPA Kaltim, secara tegas menyatakan bahwa alibi yang disampaikan Wahyu tidak sesuai dengan fakta.
"Apa yang disampaikan tersangka kepada penyidik, termasuk tudingan soal perceraian, tidak benar. Kami sudah mendengar langsung dari istrinya bahwa itu semua tidak pernah terjadi," ujar Sudirman.