Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Damkar Bengkulu: 10 Menit Harus Tiba di TKP, Pasang Bohlam Lampu Sampai Tangkap Ular

Kompas.com, 25 November 2025, 14:12 WIB
Firmansyah,
Reni Susanti

Tim Redaksi

BENGKULU, KOMPAS.com - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bengkulu memberikan edukasi kepada puluhan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Markas Komando (Mako) Damkar, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini dipimpin Jupri Effendi, Komandan Regu III, Pos I, didampingi beberapa personel Damkar.

Selama sekitar satu jam, Jupri dan timnya menjawab berbagai pertanyaan dari anak-anak mengenai tugas dan kegiatan Damkar.

"Ini tugas tambahan memberi edukasi pada siswa PAUD, hampir setiap hari ada saja siswa PAUD datang ke Mako ingin mengenal soal Damkar," ungkap Jupri sambil melepas topinya saat ditemui wartawan.

Jupri juga menyampaikan rasa bangganya atas tingginya kepercayaan masyarakat kepada Damkar dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Bayar Pelatihan Sendiri, Damkar Sumenep Berjuang dengan Keterbatasan

Pasang Bohlam Lampu

Jupri Effendi, Komandan Regu III, Pos I, Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran (Damkar), Kota Bengkulu, (sebelah kiri).KOMPAS.COM/FIRMANSYAH Jupri Effendi, Komandan Regu III, Pos I, Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran (Damkar), Kota Bengkulu, (sebelah kiri).

Ia mengisahkan banyak permintaan lucu dan sepele dari warga, seperti meminta Damkar untuk memasang bohlam lampu di rumah atau menangkap tikus.

"Mereka telpon ke kantor, minta bantuan masangin bohlam lampu, ada juga yang minta tangkapkan tikus karena merusak pakaian. Apapun permintaannya kami layani," ujarnya.

Selain itu, mereka sering diminta untuk mengevakuasi ular atau melepas cincin.

Erick Sagita, anggota Damkar lainnya, menegaskan kesediaan tim untuk memenuhi permintaan warga.

"Iya, permintaan warga kami siap laksanakan," tambahnya.

Jupri menjelaskan, tugas Damkar saat ini tidak hanya meliputi pemadaman kebakaran, tetapi juga penyelamatan lainnya.

"Kami dituntut untuk melayani dengan senang hati, kami wajib melayani," tegasnya.

Baca juga: Kisah Petugas Damkar Pamekasan, Kerap Dicaci hingga Bertaruh Nyawa

Respons 10 Menit

Menurut Jupri, tim Damkar memiliki prinsip untuk merespons laporan masyarakat dalam waktu 10 menit.

"Respons 10 menit harus sampai ke lokasi. Untungnya Kota Bengkulu belum macet, jadi respons 10 menit selalu bisa kita penuhi," jelasnya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Damkar Bengkulu: 10 Menit Harus Tiba di TKP, Pasang Bohlam Lampu Sampai Tangkap Ular
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat