KUDUS, KOMPAS.com - Ratusan siswa SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi menu soto dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga membuat siswa antre kamar mandi, muntah, sesak napas, bahkan pingsan, Kamis (29/1/2026).
Kepala SMAN 2 Kudus, Nur Afifuddin, mengatakan peristiwa bermula pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 11.15 WIB saat sebanyak 1.276 murid dan guru mengonsumsi MBG yang didistribusikan oleh SPPG Purwosari.
Menu MBG tersebut berupa soto ayam yang terdiri dari nasi, tauge matang, ayam suwir, kuah soto, tempe goreng, sambal kecap, dan buah kelengkeng.
“Pada saat itu, sampel dibuka oleh petugas tidak ada masalah, maka dari itu langsung dibagikan,” kata Nur saat dihubungi melalui ponsel.
Baca juga: 117 Siswa di Kudus Diduga Keracunan MBG, Satgas Jateng Bakal Investigasi
Menurut Nur, pada malam hari setelah konsumsi MBG, murid dan guru mulai berangsur mengalami gejala keracunan seperti diare, mual, muntah, dan pusing.
Kondisi tersebut berlanjut hingga keesokan harinya ketika para siswa tetap beraktivitas di sekolah.
Nur mengungkapkan, pada Kamis pagi kondisi kesehatan siswa justru memburuk.
“Pagi ini siswa dan guru masih berangkat. Pukul 07.30 anak-anak mulai banyak yang izin ke kamar mandi. Keadaan memburuk dengan banyak siswa yang antre di kamar mandi sekolah. Perut sakit, mules, pusing dan mual,” ungkap Nur.
Pihak sekolah kemudian menghubungi SPPG Purwosari dan melibatkan tim medis dari puskesmas untuk penanganan sementara di lingkungan sekolah.
“Selang 5 menit tim SPPG langsung datang ke sekolah untuk klarifikasi menu dan menerima laporan,” kata Nur.
Baca juga: Menu MBG Akan Disesuaikan pada Bulan Ramadhan, Apa Isinya?
Sekitar pukul 09.30 WIB, jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan terus bertambah.
“Ada yang muntah, sesak nafas dan pingsan,” ungkap Nur.
Ratusan siswa SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah dilarikan ke sejumlah rumah sakit akibat diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (29/1/2026).Sebanyak 52 ambulans dari berbagai pemangku kepentingan diterjunkan untuk mengevakuasi para korban ke rumah sakit dengan pendampingan guru.
“Pukul 11.30, Bupati Kudus, Dandim, Kapolres dan jajaran meninjau ke lokasi. Pukul 12.00 siswa yang dinyatakan sehat dipulangkan,” kata Nur.
Berdasarkan data SMAN 2 Kudus, sebanyak 121 siswa dirujuk ke tujuh rumah sakit, yakni RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah.