Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Upaya Pulihkan Pesisir Mempawah Lewat Penanaman 1.400 Mangrove

Kompas.com, 20 Februari 2026, 12:36 WIB
Ferril Dennys

Penulis

MEMPAWAH, KOMPAS.com - Upaya reforestasi hutan mangrove di wilayah pesisir Kalimantan Barat terus diperkuat melalui aksi penanaman ribuan bibit pohon.

Sebanyak 1.400 pohon mangrove dipastikan akan ditanam di wilayah Mempawah sebagai bagian dari langkah strategis untuk memulihkan ekosistem pesisir, meningkatkan penyerapan karbon, serta menjaga keanekaragaman hayati setempat.

Aksi lingkungan ini digagas oleh TechConnect, perusahaan berbasis teknologi di bawah Sinar Mas Group, melalui program Executive Movement Mangrove Plan 2026.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan menyumbangkan 1.400 pohon tersebut kepada Kinarya Coop untuk dikelola dan ditanam langsung di lokasi yang telah ditentukan di Mempawah.

Baca juga: BMKG: Hujan Dominasi Cuaca Kalimantan Timur 20-21 Februari 2026

Perwakilan TechConnect sekaligus Presiden Direktur PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), Bonifasius, mengatakan bahwa Executive Movement Mangrove Plan 2026 dirancang sebagai gerakan berkelanjutan yang tak hanya berfokus pada kegiatan penanaman mangrove, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian lingkungan di kalangan pimpinan dan komunitas perusahaan.

“Melalui Executive Movement Mangrove Plan 2026, TechConnect menggagas inisiatif berkelanjutan yang fokus pada upaya kami daam memupuk kesadaran lingkungan dan mempromosikan tindakan yang bermakna dalam ekosistem kepemimpinan dan komunitas perusahaan,” kata Bonifasius dalam keterangan resminya pada Jumat (20/2/2026).

Alasan Pemilihan Mempawah dan Nilai Kepemimpinan

Wilayah Mempawah dipilih secara khusus karena sejalan dengan prioritas nasional dalam reforestasi hutan mangrove.

Lokasi ini dinilai memiliki urgensi tinggi untuk mendapatkan perlindungan pesisir guna mencegah dampak buruk perubahan iklim yang dapat mengancam ekosistem lokal.

Chief of Human Resources Officer (CHRO) TechConnect, Paulus Swasono Satyo Nugroho, menyampaikan bahwa inisiatif ini tidak hanya menjadi wadah berkumpul untuk menanam bibit mangrove, melainkan juga turut menanamkan nilai kepemimpinan yang nyata bagi masa depan organisasi.

“Kegiatan ini juga turut membuktikan bahwa leadership di TechConnect dan seluruh mitra strategis bukan hanya soal instruksi, melainkan soal aksi nyata di lapangan,” ujar Swasono.

Program ini juga didukung oleh gerakan #1Ticket1Mangrove, di mana setiap unit bisnis dapat berkontribusi melalui pembelian bibit seharga Rp 50.000 per pohon.

Selain untuk pengadaan tanaman, dana yang terkumpul juga dialokasikan untuk restorasi pesisir dan pemberian beasiswa bagi masyarakat lokal di wilayah terdampak.

Mantan Menteri Transmigrasi dan Perumahan Rakyat, Siswono Yudo Husodo, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya tanggung jawab institusi terhadap lingkungan.

Menurutnya, gerakan kolektif seperti ini merupakan langkah krusial untuk memastikan kualitas lingkungan hidup tetap terjaga.

“Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan keberlanjutan di bumi ini dan meningkatkan kualitas lingkungan menjadi semakin baik. Melalui kegiatan ini, kita akan menanam mangrove sebagai usaha untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” kata Siswono.

Dengan fokus pada pemeliharaan jangka panjang, penanaman 1.400 pohon ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi pemulihan hutan mangrove yang menjadi benteng pertahanan pesisir Kalimantan Barat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Regional
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Regional
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Upaya Pulihkan Pesisir Mempawah Lewat Penanaman 1.400 Mangrove
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat