Penulis
MEMPAWAH, KOMPAS.com - Upaya reforestasi hutan mangrove di wilayah pesisir Kalimantan Barat terus diperkuat melalui aksi penanaman ribuan bibit pohon.
Sebanyak 1.400 pohon mangrove dipastikan akan ditanam di wilayah Mempawah sebagai bagian dari langkah strategis untuk memulihkan ekosistem pesisir, meningkatkan penyerapan karbon, serta menjaga keanekaragaman hayati setempat.
Aksi lingkungan ini digagas oleh TechConnect, perusahaan berbasis teknologi di bawah Sinar Mas Group, melalui program Executive Movement Mangrove Plan 2026.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan menyumbangkan 1.400 pohon tersebut kepada Kinarya Coop untuk dikelola dan ditanam langsung di lokasi yang telah ditentukan di Mempawah.
Baca juga: BMKG: Hujan Dominasi Cuaca Kalimantan Timur 20-21 Februari 2026
Perwakilan TechConnect sekaligus Presiden Direktur PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), Bonifasius, mengatakan bahwa Executive Movement Mangrove Plan 2026 dirancang sebagai gerakan berkelanjutan yang tak hanya berfokus pada kegiatan penanaman mangrove, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian lingkungan di kalangan pimpinan dan komunitas perusahaan.
“Melalui Executive Movement Mangrove Plan 2026, TechConnect menggagas inisiatif berkelanjutan yang fokus pada upaya kami daam memupuk kesadaran lingkungan dan mempromosikan tindakan yang bermakna dalam ekosistem kepemimpinan dan komunitas perusahaan,” kata Bonifasius dalam keterangan resminya pada Jumat (20/2/2026).
Wilayah Mempawah dipilih secara khusus karena sejalan dengan prioritas nasional dalam reforestasi hutan mangrove.
Lokasi ini dinilai memiliki urgensi tinggi untuk mendapatkan perlindungan pesisir guna mencegah dampak buruk perubahan iklim yang dapat mengancam ekosistem lokal.
Chief of Human Resources Officer (CHRO) TechConnect, Paulus Swasono Satyo Nugroho, menyampaikan bahwa inisiatif ini tidak hanya menjadi wadah berkumpul untuk menanam bibit mangrove, melainkan juga turut menanamkan nilai kepemimpinan yang nyata bagi masa depan organisasi.
“Kegiatan ini juga turut membuktikan bahwa leadership di TechConnect dan seluruh mitra strategis bukan hanya soal instruksi, melainkan soal aksi nyata di lapangan,” ujar Swasono.
Program ini juga didukung oleh gerakan #1Ticket1Mangrove, di mana setiap unit bisnis dapat berkontribusi melalui pembelian bibit seharga Rp 50.000 per pohon.
Selain untuk pengadaan tanaman, dana yang terkumpul juga dialokasikan untuk restorasi pesisir dan pemberian beasiswa bagi masyarakat lokal di wilayah terdampak.
Mantan Menteri Transmigrasi dan Perumahan Rakyat, Siswono Yudo Husodo, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya tanggung jawab institusi terhadap lingkungan.
Menurutnya, gerakan kolektif seperti ini merupakan langkah krusial untuk memastikan kualitas lingkungan hidup tetap terjaga.
“Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan keberlanjutan di bumi ini dan meningkatkan kualitas lingkungan menjadi semakin baik. Melalui kegiatan ini, kita akan menanam mangrove sebagai usaha untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” kata Siswono.
Dengan fokus pada pemeliharaan jangka panjang, penanaman 1.400 pohon ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi pemulihan hutan mangrove yang menjadi benteng pertahanan pesisir Kalimantan Barat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang