DEMAK, KOMPAS.com - Sebuah truk tangki kapasitas 8.000 liter berwarna hijau putih berplat H 8791 MA terlibat kecelakaan di Pantura Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (10/3/2026) siang.
Titik kecelakaan tepatnya di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, hingga menyebabkan ketersendatan arus lalu lintas dari arah Demak menuju Semarang.
Truk bertuliskan PT Sinar Almas Mulia lengkap dengan stiker dilarang merokok tersebut ringsek di bagian depan.
Baca juga: Peta Rawan Kecelakaan dan Macet Mudik Sumbar, dari Lembah Anai hingga Perbatasan Jambi
Berdasarkan penelusuran, perusahaan tersebut bergerak di bidang agen pemasaran, telemarketing, dan supplier solar industri.
Anggota Satlantas Polres Demak Aipda Heri Akhwan mengonfirmasi adanya insiden tersebut yang diperkirakan terjadi pukul 12.30 WIB.
"Truk menabrak kendaraan bermotor tidak dikenal," kata Heri saat dihubungi awak media, Selasa siang.
Meskipun demikian, Heri mengaku tidak tahu truk kapasitas 8.000 liter tersebut berisi muatan apa karena sopir belum ditemukan.
Pihak kepolisian masih berupaya mencari keberadaan pengemudi untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait insiden tersebut dan memastikan kondisi korban.
"Muatan apa belum diketahui, karena belum ketemu dengan sopir," ujar Heri saat ditanya isi muatan.
Dia menjelaskan, dari hasil informasi awal, sopir dievakuasi ke Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Namun, saat personel kepolisian melakukan pengecekan ke lokasi tersebut, keberadaan sopir tidak ditemukan.
"Informasi dari pos sopir tadi korban dibawa ke Sultan Agung Semarang, tapi kami cek tidak ada," sambungnya.
Pihak kepolisian kini memperluas pencarian ke fasilitas kesehatan lain di sekitar lokasi kejadian. Heri menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan saksi, truk tersebut hanya ditumpangi oleh satu orang yakni sang sopir.
"Kami akan mencari sopir ke Puskesmas Sayung atau tempat lain," ujarnya.
Saat ini Satlantas Polres Demak tengah mengevakuasi mobil tersebut agar arus lalu lintas di jalur Pantura kembali normal. Proses evakuasi melibatkan mobil derek yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian.
"Ini proses evakuasi, menunggu mobil derek dalam perjalanan," kata Heri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang