Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Petani Muda Aceh Utara Bangun Miharu Farm, Terapkan "Smart Farming" dan Agrowisata Melon Premium

Kompas.com, 11 Maret 2026, 17:23 WIB
Masriadi ,
Icha Rastika

Tim Redaksi

LHOKSUKON, KOMPAS.com - Abdul Hamid (25), sibuk di lahan pertanian miliknya di Desa Desa Peureupok Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Selasa (10/3/2026) sore.

Alumnus Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara itu terlihat sibuk merapikan buah melon yang menghijau.

Dua pekan ke depan, diperkirakan melon itu akan matang, berubah warna menjadi kuning mengkilap.

Matanya tajam memperhatikan semua tumbuhan, mulai dari akar, batang yang menjalar tinggi dan buah melon. Tiga tahun terakhir, Hamid, membuka lahan itu.

Dia memberi nama Miharu Farm-terinspirasi dari nama Kabupaten Miharu, Provinsi Fukusima, Jepang, dimana dia belajar setahun teknologi pertanian.

“Alhamdulillah minat anak muda datang ke mari untuk belajar lumayan tumbuh dari tahun ke tahun,” kata Hamid.

Baca juga: 15 Warga di Buleleng Digigit Anjing Rabies, Dinas Pertanian Eliminasi Anjing Liar

Dia menerapkan agrowisata, yakni konsep dengan pembeli datang memanen sendiri buah melon premium itu.

Pembeli juga bisa berfoto sepuasnya sembari bertanya sesukanya tentang teknologi pertanian.

Tips merawat melon

Dia pun berbagi tips, paling penting menggunakan bibit melon premium dan persemaian. Setelah itu, masa pertumbuhan harus memperhatikan daun, tinggi batang, dan perkembangan akar.

“Fase ini umumnya melon bunga jantan muncul terlebih dahulu, disusul bunga betina. Saat bunga betina mekar harus segera dilakukan penyerbukan,” ujarnya. 

Seluruh proses itu dilakukan dalam greenhouse (rumah tanaman), yang telah dibangun sebelumnya.

Penyerbukan dilakukan sekitar pukul 07.00-11.00 WIB. Saat kelembaban relatif rendah dan tidak terlalu panas dipapar sinar matahari.

Setelah itu, saat buah mulai muncul sebesar telur, barulah diseleksi.

Abdul Hamid (25), sibuk di lahan pertanian miliknya di Desa Desa Peureupok Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Selasa (10/3/2026) sore.KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO Abdul Hamid (25), sibuk di lahan pertanian miliknya di Desa Desa Peureupok Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Selasa (10/3/2026) sore.

Sebagian buah dibuang dan dipilih buah terbaik, sehingga buah tumbuh besar. Sebagian daun dipotong dan disisakan hanya 25 atau 30 ruas daun saja.

Baca juga: Petani Milenial Bersama UGM Kembangkan Melon dengan Teknologi Greenhouse dan Sistem Fertigasi

Terakhir, proses pematangan buah dilakukan dengan memperhatikan kualitas, buah besar, rasa yang manis dan bentuk buah yang bagus.

Halaman:


Terkini Lainnya
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Regional
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Kisah Petani Muda Aceh Utara Bangun Miharu Farm, Terapkan "Smart Farming" dan Agrowisata Melon Premium
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat